"Untuk menjaga daya beli masyarakat tetap terjaga maka Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Disperindag (Dinas Perindustrian dan Perdagangan) juga Dinas Ketahanan Pangan, rutin menggelar pasar murah," kata Kepala Disperindag Kabupaten Mimika Petrus Pali Amba di Timika, Sabtu.
Petrus mengatakan bahwa menjelang hari raya Natal, harga komoditas pangan terpantau meningkat. Ia mencontohkan harga cabai rawit di Pasar Sentral Timika mencapai Rp150.000 per kilogram (kg). Kenaikan harga itu disebabkan tingginya permintaan pasar terhadap ketersediaan stok cabai rawit.
Karena itu, di pasar murah pada Sabtu ini, Pemkab Mimika menjual cabai rawit seharga Rp50.000 per kg.
"Untuk saat ini kami mengandalkan komoditas lokal guna mengantisipasi lonjakan harga karena keterbatasan pasokan komoditas dari luar daerah," ujarnya.
Menurut Petrus, stok kebutuhan bahan pokok di Kabupaten Mimika, menjelang Natal hingga Tahun Baru 2024 masih tercukupi atau aman.
Pedagang Pasar Sentral Timika, Suriani, menambahkan bahwa menjelang perayaan Natal, cabai rawit memang mengalami kenaikan harga karena tingginya permintaan pembeli.
"Harga cabai rawit pada November Rp120.000 pe kg kemudian menurun di awal Desember Rp100.000, tetapi hari ini naik lagi jadi Rp150.000 per kg, harga kadang naik tapi bisa segera turun juga," katanya.
Pewarta: Agustina Estevani JanggoEditor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.