Manokwari (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Manokwari, Papua Barat mengoptimalkan pembinaan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal melalui Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) di wilayah tersebut.
Bupati Manokwari Hermus Indou di Manokwari, Jumat, mengatakan Dekranasda Manokwari harus terus memiliki inovasi agar dapat maju dan berdaya guna bagi peningkatan kesejahteraan pengrajin dan pelaku UMKM di Manokwari.
“Dekranasda bukan sekadar organisasi pendamping UMKM, tetapi rumah kreatif, penjaga warisan budaya, sekaligus jembatan kesejahteraan, terutama bagi mama-mama Papua yang bergerak di bidang kerajinan dan kuliner lokal,” kata Hermus saat pelantikan pengurus Dekranasda periode 2025–2030 sekaligus rapat kerja Dekranada Manokwari.
Ia mengatakan, Dekranasda memiliki peran penting sebagai motor penggerak pembangunan ekonomi kreatif berbasis identitas dan kearifan budaya daerah.
Pengurus baru harus mampu menjadikan Dekranasda sebagai pusat kreatif daerah, memperkuat motif dan identitas budaya lokal, memberdayakan perempuan dan generasi muda Papua, serta mendorong digitalisasi UMKM.
“Jalankan tugas dengan tanggung jawab dan hati yang melayani. Jadilah role model dalam pembinaan pelaku UMKM dan mama-mama Papua,” tegasnya.
Melalui rapat kerja Dekranasda yang digelar usai pelantikan, Hermus meminta seluruh program kerja 2025–2030 harus menjawab delapan permasalahan utama UMKM yang telah dipetakan organisasi.
Program kerja harus bisa menjawab masalah pengembangan UMKM dan perajin dengan tepat dan menggunakan data yang konsisten.
Dekranasda menjadi organisasi yang bermakna dan berdampak positif dengan mengubah masyarakat “dari tidak bisa menjadi bisa, dari tidak produktif menjadi produktif, dan dari tidak berdaya menjadi berdaya saing”.
Ia juga mengapresiasi Ketua Dekranasda Manokwari Febelina Indou dan pengurus yang pada awal masa tugas berhasil menghadirkan Ibu Wakil Presiden Selvi Gibran Rakabuming, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, serta 23 istri menteri Kabinet Merah Putih ke Manokwari.
“Ini kerja dan lobi yang luar biasa. Kehadiran Ibu Ketua Umum Dekranas Pusat memberi spirit besar bahwa apa yang kita kerjakan di sini diperhitungkan untuk membuka pintu-pintu berkat bagi kemajuan Manokwari,” ujarnya.
Ketua Dekranasda Manokwari Febelina Indou mengatakan pelantikan pengurus adalah amanah yang harus dijalankan secara profesional dan penuh dedikasi.
Ia menyebut tiga fokus utama kerja pengurus Dekranasda Manokwari lima tahun ke depan yaitu, memperkuat sinergi dari pusat hingga daerah, memperluas kolaborasi dengan OPD, akademisi, dunia usaha, dan komunitas perajin, serta memastikan produk lokal naik kelas melalui peningkatan kualitas, desain, legalitas usaha, dan pemasaran digital.
“Manokwari dianugerahi kekayaan budaya yang luar biasa, mulai dari kuliner khas, rajutan noken serat nanas, ukiran manik-manik, hingga fashion berbasis lokal. Tugas kita memastikan produk ini berdaya saing tinggi,” katanya.
Febelina menambahkan, tantangan terbesar UMKM saat ini adalah digitalisasi dan pemasaran. Karena itu Dekranasda akan mendorong pelatihan digital marketing, pemanfaatan e-commerce, dan promosi aktif melalui media sosial
Delapan permasalahan utama UMKM yang harus segera ditangani, yakni keterbatasan SDM dan manajemen usaha, kualitas produk yang belum konsisten, kemasan dan branding, akses permodalan, distribusi dan pasar, digitalisasi, tingginya biaya logistik dan bahan baku, serta kerentanan pelaku UMKM terutama mama-mama Papua.
Pemkab Manokwari optimalkan pembinaan ekonomi kreatif melalui Dekranasda
Jumat, 14 November 2025 17:48 WIB
Bupati Manokwari Hermus Indou saat melantik pengurus Dekranasda Manokwari di Manokwari, Jumat (14/11/2025). ANTARA/Ali Nur Ichsan
