Manokwari (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Manokwari menempatkan literasi digital sebagai salah satu strategi utama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan tantangan era kecerdasan buatan (AI).
Plt Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah (DKPD) Manokwari Wiwik Hariawan di Manokwari, Senin, mengatakan peningkatan literasi digital merupakan kebutuhan mendesak, karena teknologi kini mempengaruhi proses pembelajaran, pekerjaan, hingga pola interaksi masyarakat.
“Literasi digital tidak hanya bicara soal kemampuan menggunakan perangkat, tetapi bagaimana masyarakat dapat memanfaatkan teknologi secara bijak, aman, dan produktif untuk meningkatkan kualitas hidup,” ujar Wiwik saat membuka loka karya literasi digital 2025.
Menurut Wiwik, pemerintah daerah memandang penguasaan literasi digital sebagai fondasi penting dalam pembangunan SDM jangka panjang, terutama bagi pelajar, mahasiswa, dan kelompok produktif.
Kemampuan memilah informasi, keamanan digital, serta etika bermedia menjadi kompetensi dasar yang perlu dimiliki masyarakat Manokwari.
“Informasi bergerak sangat cepat di era digital. Tantangan kita bukan sekadar menyimpan dokumen masa lalu, tetapi memastikan masyarakat mampu mengelola informasi dengan benar serta mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan masa kini dan masa depan,” katanya.
Ia menjelaskan penguatan budaya literasi berbasis nilai lokal menjadi bagian dari arah kebijakan daerah.
Pemerintah mendorong konten kreatif yang relevan dengan budaya Papua Barat, kolaborasi lintas generasi dan pembiasaan membaca sebagai upaya membangun masyarakat yang cerdas digital sekaligus berakar kuat pada identitas daerah.
Ia menambahkan literasi digital juga berperan besar dalam peningkatan ekonomi masyarakat karena dapat mendukung kewirausahaan, pekerjaan daring, dan pengembangan ekonomi kreatif.
“Dengan pemahaman literasi digital yang baik, masyarakat dapat memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan usaha, meningkatkan kompetensi, dan membuka peluang ekonomi baru,” ujarnya.
Melalui kebijakan penguatan literasi digital ini, Pemkab Manokwari berharap tumbuhnya generasi yang bertanggung jawab, adaptif, dan berdaya saing tinggi di tengah perkembangan teknologi yang terus berubah.
Menurutnya, loka karya literasi digital merupakan bagian dari Program Publik Peningkatan Budaya Baca dan Literasi tahun 2025 pada DKPD Manokwari.
Peserta lokakarya berjumlah 50 orang yang terdiri atas pelajar, mahasiswa, masyarakat umum, dan para penggiat literasi. Sedangkan narasumber berasal dari Universitas Negeri Papua (Unipa).
Pewarta: Ali Nur IchsanEditor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.