Manokwari (ANTARA) - Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah (DKPD) Kabupaten Manokwari mencatat hingga tahun ini sebanyak 18 perpustakaan di daerah itu berhasil memperoleh akreditasi dari Perpustakaan Nasional RI (Perpusnas).
Kepala DKPD Manokwari Wiwik Hariawan, di Manokwari, Jumat, mengatakan, capaian tersebut menjadikan Manokwari sebagai daerah dengan perpustakaan terakreditasi terbanyak di Provinsi Papua Barat.
“Total perpustakaan di Manokwari lebih dari 200 unit. Yang sudah terakreditasi baru 18, dan kami terus mendorong peningkatan karena standar akreditasi sangat penting bagi kualitas layanan literasi di daerah,” ujarnya.
Ia mengatakan, 18 perpustakaan yang telah terakreditasi terdiri atas 10 perpustakaan sekolah, tiga perpustakaan perguruan tinggi, empat perpustakaan kampung, dan satu perpustakaan daerah.
Dari 18 perpustakaan tersebut, lima perpustakaan berhasil meraih Akreditasi A, yakni SMP Yapis, SMA Yapis, SMPN 6 Wosi, Polbangtan, dan SMA Villanova. Sedangkan lainnya, memperoleh akreditasi B dan C.
“SMA Villanova dan SMPN 4 Arfai baru mendapatkan akreditasi tahun ini,” katanya.
DKPD terus melakukan sosialisasi karena proses akreditasi perpustakaan cukup menantang. Setidaknya terdapat sembilan instrumen penilaian yang harus dipenuhi, termasuk jumlah koleksi buku, sarana-prasarana, keberadaan pustakawan, gedung layanan, hingga kepemilikan Nomor Pokok Perpustakaan (NPP) dari Perpusnas.
“Kalau koleksi bukunya kurang, itu sangat berpengaruh pada nilai akreditasi. Begitu juga sarana pendukung dan SDM pengelola perpustakaan,” jelasnya.
Ia menambahkan, akreditasi memberikan manfaat langsung bagi pengembangan perpustakaan. Salah satunya, akses pendanaan Dana Alokasi Khusus (DAK) non-fisik dari Perpusnas.
Tahun ini Perpustakaan Daerah Manokwari mendapat DAK sebesar Rp750 juta setelah meraih akreditasi B.
Pada 2026, Perpusda Manokwari kembali memperoleh DAK sebesar Rp400 juta. Hanya dua daerah yang dipastikan menerima DAK perpustakaan, yakni Kabupaten Manokwari dan Kabupaten Sorong di Papua Barat Daya.
Ia menjelaskan, perpustakaan kampung yang telah terakreditasi juga berpeluang memperoleh dukungan pengembangan layanan dan bantuan buku bacaan dari pemerintah pusat.
Upaya peningkatan jumlah perpustakaan terakreditasi menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Manokwari dalam memperkuat literasi berbasis masyarakat.
“Kami berharap seluruh perpustakaan di Manokwari dapat memenuhi standar nasional sehingga kualitas pendidikan dan literasi masyarakat terus meningkat,” ujarnya.
