Kanmapri, Jita (ANTARA) - Kelompok Kerja (kerja) Kampung Kanmapri, Distrik Jita, Kabupaten Mimika menyediakan berbagai bahan kebutuhan pokok seperti beras, gula pasir, minyak goreng, mie instan, kopi dan garam untuk konsumsi warga setempat.
Ketua Pokja Kanmapri Melkianus Patae saat ditemui di Kanmapri baru-baru ini, mengatakan berbagai barang kebutuhan pokok itu dibeli dari Timika untuk dijual kembali kepada warga setempat.
Pembelian barang-barang tersebut memanfaatkan dana bantuan dari Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK), pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia.
"Dana Pokja tahun ini kami gunakan untuk mengembangkan kios kampung berdasarkan usulan dari masyarakat saat pembuatan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Hasil penjualan sembako tahap pertama kami sudah memperoleh keuntungan sekitar Rp6 juta. Ini akan terus kami kembangkan," kata Melkianus.
Mengingat bangunan kios kampung belum tersedia, untuk sementara waktu rumah tinggal Melkianus Patae dijadikan tempat penampungan sekaligus tempat transaksi bahan kebutuhan pokok bagi warga setempat.
Adapun uang keuntungan yang diperoleh dari penjualan sembako tersebut disimpan di bank.
Melkianus mengatakan pengurus Pokja Kanmapri sudah merencanakan untuk membangun kios permanen agar ke depan bisa menyediakan barang lebih banyak lagi, sesuai kebutuhan warga setempat.
"Tanahnya sudah ada, bahan bangunan seperti seng dan paku sudah kami siapkan. Tinggal sekarang sewa operator untuk ambil kayu dari dusun untuk bangun kios kampung," bebernya.
Sebagian dana bantuan digunakan untuk membeli satu unit perahu panjang (long boat), mesin tempel 15 PK serta pembersihan alur sungai guna memudahkan akses transportasi warga setempat ke kampung-kampung terdekat.
"Pembersihan alur sungai kami libatkan semua masyarakat di kampung," ujarnya.
Melkianus bersama seluruh warga Kanmapri berharap bantuan YPMAK terus disalurkan sehingga bisa mendorong peningkatan ekonomi masyarakat di wilayah itu. Apalagi jarak dari Kanmapri dan Jita ke Timika sangat jauh, dengan waktu tempuh perjalanan sekitar 6-10 jam menggunakan perahu motor.
Kepala Divisi Monev Program Sosial Ekonomi YPMAK Monica Maramku menyarankan agar usaha kios yang dikembangkan Pokja Kampung Kanmapri dikelola baik dan transparan.
"Terutama pengelolaan keuangan-nya harus jelas sehingga usaha yang telah dimulai terus berjalan dan dapat membantu masyarakat di kampung," kata Monica.
Ia juga berharap bangunan kios kampung bisa segera dibangun pada 2026 sehingga bisa menyediakan aneka barang kebutuhan pokok masyarakat di wilayah yang jauh dan terisolir tersebut.
"Program ini sangat bagus, melalui usaha ini kami berharap ke depan kios ini bisa menyediakan semua kebutuhan masyarakat di sini," harap Monica. (*)
