Wenin, Jita (ANTARA) - Kelompok Kerja (Pokja) Kampung Wenin, Distrik Jita, Kabupaten Mimika memanfaatkan dana yang disalurkan PT Freeport Indonesia melalui Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) untuk membuka perkebunan kacang tanah guna mendorong peningkatan ekonomi masyarakat setempat.
Bendahara Pokja Kampung Wenin Anastasia Amokwai saat ditemui di Wenin baru-baru ini, mengatakan kebun kacang tanah tersebut dibuka bersama dengan masyarakat setempat.
"Kita buat bedangnya, lalu dibagi per kepala keluarga untuk ditanam kacang tanah," jelas Anastasia.
Warga Wenin sudah menikmati hasil usaha mereka. Panen perdana kacang tanah sudah dilakukan dan hasilnya langsung dijual kepada para pengepul di kampung.
"Kami jual ke pedagang satu ikat Rp10.000. Sekarang kita sudah tanam lagi yang baru, usai tanam sampai penen tiga bulan," ujarnya.
Selain membuka kebun kacang, dana bantuan PTFI dan YPMAK sebagian digunakan untuk membangun tiga unit MCK warga, pembelian mesin potong kayu (Censo) dan peralatan musik gereja.
Anastasia menyebut tahun ini anggaran Pokja yang dikelola Kampung Wenin sebesar Rp300 juta, itu sudah termasuk biaya operasional Pengurus Pokja.
Kepala Divisi Monitoring dan Evaluasi Program Sosial Ekonomi YPMAK Monica Maramku mengakui program Pokja Wenin sudah sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang sudah disepakati bersama seluruh warga sebelumnya.
Monica berharap warga Wenin terus mengembangkan perkebunan kacang tanah lebih luas lagi agar dapat membantu meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga setempat.
Ia juga mengapresiasi Pokja Kampung Wenin menyediakan fasilitas MCK untuk warga setempat agar mereka tidak lagi membuang kotoran di sembarang tempat dan bisa menjaga kebersihan lingkungan. (*)
