Manokwari (ANTARA) - Kargo udara di Bandara Rendani Manokwari, Papua Barat, mencapai 202.410 kilogram selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) terhitung 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026.
Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas II Rendani Manokwari Herman Sujito di Manokwari, Senin, mengatakan, total kargo yang dilayani Bandara Rendani mencapai 202.410 kilogram atau meningkat sekitar 30 persen dibandingkan periode Natal-tahun baru sebelumnya yang berjumlah 156.143 kilogram
“Berdasarkan catatan dari Posko Arus Mudik Angkutan Udara Nataru Bandara Rendani peningkatan kargo tersebut menunjukkan tingginya aktivitas distribusi logistik ke dan dari Manokwari selama masa libur akhir tahun,” kata Herman.
Ia merinci, kargo datang pada arus mudik Nataru 2025/2026 tercatat sebesar 87.888 kilogram, naik 23,15 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 71.364 kilogram.
Sementara itu, kargo berangkat mencapai 114.522 kilogram atau meningkat 35,08 persen dibandingkan realisasi tahun sebelumnya sebesar 84.779 kilogram.
Menurut Herman, peningkatan arus kargo datang dipengaruhi oleh tingginya kebutuhan logistik masyarakat, pelaku usaha, serta distribusi barang selama momentum Natal dan Tahun Baru di Papua Barat.
Sedangkan kargo berangkat didominasi oleh pengiriman hasil laut yaitu kepiting dan ikan dari Kabupaten Teluk Bintuni ke luar daerah.
“Lonjakan kargo ini menunjukkan peran Bandara Rendani sebagai pintu utama distribusi barang, khususnya untuk menjaga kelancaran pasokan selama hari besar keagamaan dan libur panjang,” ujarnya.
Di sisi lain, Herman menjelaskan bahwa pergerakan pesawat dan penumpang justru mengalami penurunan pada periode yang sama.
Jumlah pesawat datang dan berangkat pada Nataru 2025/2026 masing-masing tercatat 135 pergerakan atau turun 19,64 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 168 pergerakan.
Sedangkan jumlah penumpang datang tercatat 9.109 orang atau turun 16,87 persen, sedangkan penumpang berangkat sebanyak 12.488 orang atau menurun 9,87 persen dibandingkan periode Nataru 2024/2025.
Meski demikian, kata Herman, secara umum operasional bandara selama Nataru berjalan aman, lancar, dan terkendali berkat koordinasi lintas instansi yang tergabung dalam Posko Terpadu Nataru Bandara Rendani.
“Posko Nataru berperan penting dalam memastikan pelayanan penerbangan, penumpang, dan distribusi logistik tetap optimal selama masa libur,” katanya.
Herman menambahkan, pihaknya akan terus melakukan evaluasi untuk meningkatkan kualitas layanan bandara, khususnya dalam mendukung kelancaran arus logistik dan mobilitas masyarakat di Papua Barat.
Pewarta: Ali Nur IchsanEditor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.