Manokwari (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan kenaikan tarif angkutan udara dari kelompok transportasi menjadi penyumbang utama inflasi tahunan Provinsi Papua Barat pada Desember 2025 sebesar 2,59 persen (year on year/yoy).
Kepala BPS Papua Barat Merry saat konferensi pers di Manokwari, Selasa, mengatakan kelompok transportasi memberikan andil inflasi tahunan sebesar 0,89 persen lebih tinggi dibanding kelompok pengeluaran lainnya.
“Kenaikan indeks harga kelompok transportasi dengan komoditas tarif angkutan udara paling memengaruhi kondisi inflasi Papua Barat secara tahunan,” kata Merry.
Selain transportasi, kata dia, peningkatan indeks harga dari kelompok makanan dan minuman dengan komoditas seperti beras, cabai rawit serta daging babi turut memberikan kontribusi terhadap kondisi inflasi tahunan.
Kemudian disusul kelompok penyediaan makanan atau restoran, kelompok perawatan jasa pribadi, kelompok rekreasi dan budaya, kelompok perumahan dan bahan bakar rumah tangga, serta kelompok informasi dan jasa keuangan.
“Kelompok makanan dan minuman menempati urutan kedua tertinggi penyumbang inflasi dengan andil sebesar 0,82 persen,” ucap Merry.
Secara bulanan (month to month/m-to-m), kata dia, Papua Barat mengalami inflasi 1,60 persen yang dipengaruhi kenaikan indeks harga dari kelompok makanan minuman dan tembakau dengan andil sebesar 1,35 persen.
Kelompok transportasi menempati posisi kedua dengan andil 0,46 persen, dan tarif angkutan udara tercatat sebagai salah satu komoditas pendorong utama terjadinya inflasi bulanan di Papua Barat pada periode Desember 2025.
“Inflasi bulanan periode Desember 2025 lebih tinggi dibanding November 2025 yaitu 0,65 persen (mtm). Sama halnya dengan inflasi tahunan pada Desember 2025 lebih tinggi dibanding November 2025 yang tercatat 1,33 persen (yoy),” ujar Merry.
Ia melanjutkan, tingkat inflasi Papua Barat secara tahun kalender (year to date/y-to-d) pada Desember 2025 tercatat sebesar 2,59 persen. Capaian tersebut masih berada dalam kisaran target inflasi nasional yaitu 2,5±1 persen.
“Dinamika harga pada sektor transportasi, terutama angkutan udara memiliki peran signifikan dalam pembentukan inflasi Papua Barat, sehingga perlu selalu diwaspadai khususnya menjelang hari besar keagamaan,” ucapnya
Pewarta: Fransiskus Salu WekingEditor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.