Manokwari (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat realisasi nilai ekspor Provinsi Papua Barat pada November 2025 mencapai 272,14 juta dolar AS atau mengalami peningkatan 15,86 persen dibanding November 2024.
Kepala BPS Papua Barat Merry di Manokwari, Kamis, mengatakan kinerja ekspor didominasi komoditas minyak dan gas (migas) dengan nilai mencapai 270,92 juta dolar AS.
“Kalau ekspor nonmigas terealisasi hanya sebanyak 1,22 juta dolar AS,” kata Merry.
Ia menyebut kinerja ekspor komoditas migas mengalami peningkatan dibanding periode November 2024 yang tercatat sebanyak 234,06 juta dolar AS, sama halnya ekspor komoditas nonmigas.
Kinerja ekspor komoditas migas juga meningkat 34,28 persen secara bulanan (month to month/m-to-m) dibanding realisasi Oktober 2025 yang hanya mencapai 201,90 juta dolar AS.
“Sedangkan ekspor nonmigas terkontraksi 65,60 persen (mtm) dibanding Oktober 2025 yaitu 3,55 juta dolar AS,” ucap Merry.
Menurut dia, ada tiga negara yang menjadi tujuan utama ekspor dari Papua Barat pada November 2025, yaitu Tiongkok dengan nilai 152,49 juta dolar AS, Jepang 96,62 juta dolar AS, dan Korea Selatan 21,89 juta dolar AS.
Dalam periode tersebut tidak terdapat nota pemberitahuan terkait impor yang masuk ke Papua Barat, dengan demikian maka neraca perdagangan periode November 2025 mengalami surplus 272,14 juta dolar AS.
“Neraca perdagangan Papua Barat naik 37,25 persen (year on year/yoy) dan 66,69 persen (mtm),” ujar Merry.
Pewarta: Fransiskus Salu WekingEditor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.