Manokwari (ANTARA) - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJamsostek) Cabang Manokwari, Papua Barat mencacat realisasi pembayaran klaim sepanjang tahun 2025 mencapai Rp69,847 miliar.
Kepala BPJamsostek Manokwari Gery Dame Malelak di Manokwari, Kamis, mengatakan pembayaran tersebut untuk 4.085 klaim dari lima Program Jamsostek dan penyaluran beasiswa.
“Kami sudah bayarkan klaim tahun 2025 sebanyak Rp69.847.494.895 untuk 4.085 kasus atau klaim.
Ia menyebut lima program dimaksud meliputi, jaminan hari tua (JHT) sebanyak 3.305 klaim senilai Rp54,563 miliar, jaminan kematian (JKM) 451 klaim senilai Rp13,693 miliar, dan 27 klaim jaminan kecelakaan kerja (JKK) Rp459,120 juta.
Kemudian, 56 klaim jaminan pensiun (JP) senilai Rp505,008 juta, jaminan kehilangan pekerjaan (JKP) sebanyak 108 klaim senilai Rp235,197 juta, dan 138 penerima beasiswa senilai Rp391 juta.
“Penerima beasiswa merupakan anak-anak dari peserta Program Jamsostek,” ucap Gery.
Ia menjelaskan bahwa pembayaran klaim untuk tiga Program Jamsostek mengalami peningkatan dibanding tahun 2024, yaitu program JKM sebesar 48 persen, program JKK 23 persen, dan program JKP mencapai 1.443 persen.
Hal tersebut mengindikasikan pemahaman perusahaan atau pemberi kerja terhadap manfaat Program Jamsostek untuk tenaga kerja semakin meningkat seiring dengan pelaksanaan sosialisasi yang masif.
“Perusahaan maupun karyawan sudah paham kalau terjadi kecelakaan atau adanya PHK (pemutusan hubungan kerja), maka pekerja mendapat santunan,” kata dia.
Selain itu, ujarnya, penyaluran beasiswa untuk anak-anak peserta Program Jamsostek di wilayah kerja BPJamsostek Manokwari juga mengalami peningkatan dari tahun 2024 yaitu 107 penerima senilai 354 juta.
“Manfaat keikutsertaan pada Program Jamsostek itu tidak hanya untuk pekerja saja, tapi anak-anak mereka juga mendapat beasiswa,” ucap Gery.
Menurut dia, metode pengajuan dokumen untuk pembayaran klaim dapat dilakukan peserta atau ahli waris melalui kantor cabang, aplikasi JMO, dan kantor dinas ketenagakerjaan masing-masing kabupaten.
Adapun wilayah kerja yang dimaksud meliputi, Kabupaten Manokwari, Kabupaten Manokwari Selatan, Kabupaten Teluk Bintuni, Kabupaten Teluk Wondama, dan Kabupaten Pegunungan Arfak.
Pewarta: Fransiskus Salu WekingEditor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026