Sorong (ANTARA) - Dinas Pendidikan Kota Sorong membekali kepala sekolah dan bendahara dengan pemahaman tata kelola dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan subsidi pendidikan daerah guna mengoptimalkan penggunaan serta mencegah kesalahan pelaporan dan tumpang tindih penggunaan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sorong Yuliana Kirihio di Sorong, Papua Barat Daya, Selasa, menjelaskan pembekalan tersebut dilakukan melalui lokakarya pengelolaan data sekolah bekerja sama dengan Erlangga sebagai bentuk pendampingan terhadap satuan pendidikan yang menerima lebih dari satu sumber pembiayaan.
"Saat ini sekolah tidak hanya menerima dana BOS reguler dari pemerintah pusat, tetapi juga subsidi pendidikan melalui program sekolah gratis yang merupakan program Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sorong," katanya.
Menurut dia, kondisi ini menuntut pengelolaan keuangan yang tertib dan terpisah agar tidak terjadi tumpang tindih dalam penggunaan maupun pelaporan dana.
Kegiatan selama empat hari dengan menyasar seluruh jenjang pendidikan, mulai dari PAUD/TK, SD, SMP, SMA, hingga SMK dengan menggandeng kepala sekolah dan bendahara sekolah di Kota Sorong.
Dia meminta kepala sekolah untuk menunjuk bendahara yang berbeda dalam pengelolaan dana BOS reguler dan dana subsidi daerah, sehingga laporan keuangan dapat disusun secara akurat dan sesuai ketentuan.
"Karena, penggunaan dana BOS harus berpedoman pada petunjuk teknis (juknis) yang berlaku dan tidak boleh digunakan di luar ketentuan," ujarnya.
Pengawasan pengelolaan dana BOS, kata dia, secara berlapis melalui laporan rutin sekolah kepada Dinas Pendidikan, Inspektorat, serta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Dia berharap, melalui pembekalan ini, pengelolaan dana BOS dan subsidi pendidikan dapat transparan, akuntabel, dan mendukung keberhasilan program sekolah gratis di daerah tersebut.
Asisten Manager Erlangga Wilayah Sorong Ruben Silalahi mengatakan Erlangga bagian dari mitra strategis Dinas Pendidikan Kota Sorong ikut berkontribusi melalui acara lokakarya tata kelola dana BOS.
"Kami percaya bahwa pendidikan adalah kunci untuk membangun masa depan yang lebih baik, dan kami ingin berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Sorong ini," ujarnya.
Dia berharap, kegiatan ini menjadi kesempatan baik bagi peserta untuk berbagi pengalaman, memperbarui pengetahuan, dan meningkatkan keterampilan dalam mengelola dana BOS untuk kepentingan pendidikan di seluruh satuan pendidikan.
Pewarta: Yuvensius Lasa BanafanuEditor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.