Manokwari (ANTARA) - Panitia Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV membuka peluang penggunaan KM Pelni sebagai hunian terapung guna mengatasi keterbatasan akomodasi bagi peserta dan tamu dari 37 provinsi.

Ketua Umum Panitia Pelaksana Pesparawi Nasional XIV Ali Baham Temongmere di Manokwari, Papua Barat, Senin, mengatakan opsi hunian terapung mampu menjawab keterbatasan hotel dan penginapan.

“Kami belajar dari perayaan satu abad Situs Aitumeri di Teluk Wondama, sehingga perlu digunakan hotel apung. Kami akan menyurati Pelni soal itu,” katanya.

Saat ini jumlah peserta yang telah mendaftar untuk mengikuti ajang Pesparawi Nasional XIV di Manokwari pada 18-28 Juni 2026 kurang lebih 8.110 orang dan diperkirakan akan bertambah.

Panitia kemudian melakukan inventarisasi jumlah hotel maupun penginapan sekaligus fasilitas yang nantinya digunakan sebagai lokasi perlombaan, seperti gedung RTP Borarsi, Dharma Wanita, gedung PKK, dan aula Universitas Papua.

“Kalau tamu VVIP kami gunakan dua hotel berbintang yang ada di Manokwari, termasuk dengan rumah-rumah yang layak digunakan untuk penginapan peserta,” ujarnya.

Selain itu, panitia juga berupaya membangun komunikasi dengan perusahaan maskapai agar dapat menambah jumlah penerbangan dari dan ke Manokwari sebelum maupun sesudah penyelenggaraan Pesparawi.

Hal bertujuan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang pengguna transportasi udara serta memastikan kelancaran mobilisasi peserta, tim ofisial, dan tamu undangan selama kegiatan Pesparawai Nasional XIV berlangsung.

“Nantinya kami juga berkomunikasi dengan TNI agar bisa menggunakan pesawat Hercules dalam proses mobilisasi kontingen,” ujar Ali Baham yang juga Sekda Provinsi Papua Barat.

Menurut dia, panitia sudah dua kali melakukan pertemuan dengan Direktur Bimbingan Masyarakat (Binmas) Kristen Kementerian Agama guna melaporkan perkembangan persiapan penyelenggaraan Pesparawi Nasional 2026.

Pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemprov Papua Barat bertanggung jawab sebagai Liaison Officer (LO) dalam menangani serta menyediakan akomodasi yang memadai bagi kontingen dari setiap provinsi di Indonesia.

“Kami juga sudah rapat dengan TNI dan Polri terkait pola pengamanan tamu-tamu VVIP serta pengamanan selama kegiatan,” ucap Ali Baham.
 



Pewarta: Fransiskus Salu Weking
Editor : Evarianus Supar

COPYRIGHT © ANTARA 2026