Manokwari (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Manokwari, Papua Barat mempersiapkan Ruang Terbuka Publik (RTP) Borarsi menjadi tempat pembukaan perayaan HUT Pekabaran Injil (PI) ke-171 se-Papua pada (5/2).

Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Manokwari Albertus, di Manokwari, Senin, mengatakan pembangunan tahap II RTP Borarsi telah dilaksanakan pada 2025 dan hingga kini seluruh fasilitas utama hampir rampung.

“Saat ini kondisi RTP Borarsi sudah hampir siap dan secara teknis dapat mendukung kegiatan rangkaian HUT Pekabaran Injil pada 5 Februari,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dari sisi infrastruktur utama, RTP Borarsi telah memenuhi kebutuhan dasar untuk kegiatan berskala besar. Fasilitas lapangan utama, tribun utama, serta tribun VVIP dan VIP telah selesai dikerjakan.

“Untuk tribun utama, VVIP, dan VIP semuanya sudah rampung. Ini menjadi bagian penting dalam mendukung kegiatan dengan jumlah peserta yang besar,” katanya.

Selain itu, pihaknya kembali melanjutkan penyempurnaan infrastruktur pendukung yang bersifat non-prinsip, seperti penataan jalan di sekitar kawasan, penyelarasan pagar, serta rencana pembangunan pintu gerbang utama.

Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan kualitas kawasan RTP Borarsi agar lebih representatif sebagai ruang publik sekaligus siap digunakan untuk agenda daerah maupun provinsi.

“RTP Borarsi akan menjadi wajah daerah ketika kegiatan besar digelar. Peserta HUT PI bisa ribuan orang dan memungkinkan adanya defile, sehingga kesiapan teknis kawasan harus benar-benar diperhatikan,” ujar Albertus.

Dari sisi pencahayaan, ia memastikan sistem penerangan kawasan telah berfungsi dengan baik. Empat tiang lampu utama yang terpasang mampu memberikan pencahayaan maksimal, terutama pada malam hari.

“Untuk pencahayaan sudah aman. Saat lampu dinyalakan pada malam hari, kawasan RTP Borarsi sudah sangat terang, termasuk di area lapangan,” katanya.

Albertus juga mengingatkan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga fasilitas publik yang telah dibangun. Menurut dia, RTP Borarsi merupakan aset daerah yang dibangun dari dana publik sehingga harus dijaga bersama.

Ia mengimbau masyarakat untuk tidak merusak fasilitas, tidak mencoret-coret bangunan, serta menjaga kebersihan kawasan. Tempat sampah telah disediakan di sejumlah titik dan diminta untuk dimanfaatkan dengan baik.

“RTP Borarsi dibangun dari uang rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Karena itu, mari kita jaga bersama,” katanya.

Pembangunan RTP Borarsi dilaksanakan dalam dua tahap yang dibiayai melalui APBN dan APBD Manokwari. Tahap I dikerjakan oleh Kementerian PU menggunakan dana APBN 2023–2024 dengan nilai proyek mencapai Rp67 miliar.

Pembangunan tahap I mencakup gedung utama, panggung utama, toilet umum, lapangan serbaguna, lapangan basket, pedestrian, trotoar, parkiran mobil dan motor, area difabel, serta fasilitas pendukung lainnya.

Sementara itu, pembangunan tahap II dibiayai melalui APBD 2025 dengan pagu anggaran Rp26 miliar, meliputi pembangunan tribun VVIP dan VIP, gapura utama, ruang general manager, pagar, penataan lanskap, instalasi elektrikal, serta pengaspalan area.

RTP Borarsi berdiri di atas lahan seluas 24.940 meter persegi dengan luas bangunan utama 4.903 meter persegi berlantai dua.
 



Pewarta: Ali Nur Ichsan
Editor : Evarianus Supar

COPYRIGHT © ANTARA 2026