Wasior, Teluk Wondama (ANTARA) - Bupati Teluk Wondama Elysa Auri menyatakan sejumlah indikator kesejahteraan masyarakat menunjukkan perbaikan pada periode pertama masa kepemimpinan bersama Wakil Bupati Anthonius Alex Marani, antara lain kenaikan indeks pembangunan manusia (IPM) dan penurunan angka kemiskinan.

IPM Teluk Wondama mengalami peningkatan dari 64,52 pada tahun 2024 menjadi 65,26 pada 2025 atau tumbuh sebesar 1,15 persen. Kemudian, jumlah penduduk miskin juga menurun dari 28,47 persen pada 2024 menjadi 27,57 persen pada 2025 yang ditopang oleh peningkatan pendapatan per kapita masyarakat setiap bulan.

“Pendapatan per kapita masyarakat juga meningkat dari Rp710.854 per bulan pada 2024 menjadi Rp766.187 per bulan pada 2025 yang berdampak terhadap penurunan jumlah penduduk miskin,” kata Elysa di Rasiei, Wondama, Sabtu.

Selain itu, kata dia, ada sejumlah agenda pembangunan prioritas yang sudah dan sedang dilaksanakan selama periode pertama pemerintahan. Pertama, revitalisasi kawasan situs batu peradaban Aitumeri yang peletakan batu pertama dilakukan bersama Sinode Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua.

Peletakan batu pertama revitalisasi situs Aitumeri yang diselenggarakan di Wasior pada 4 Mei 2025, turut dihadiri oleh Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan bersama pemangku kepentingan lainnya. Situs tersebut sudah teregistrasi secara nasional sebagai cagar budaya.

Kedua, pengembangan destinasi wisata rohani lainnya, termasuk kawasan Bukit Kamadiri di Distrik Windesi serta situs masuknya Injil di Yomber, Distrik Yoswar. Peletakan batu pertama untuk revitalisasi kedua lokasi itu rencananya akan dilakukan pada 4 Mei 2026.

Ketiga, Pemerintah Kabupaten Teluk Wondama telah melakukan survei lokasi serta pengusulan pembangunan Sekolah Rakyat kepada Kementerian Sosial RI setelah menyiapkan lahan seluas 10 hektare yang terletak di Kampung Werianggi, Distrik Nikiwar.

“Peletakan batu pertama revitalisasi Bukit Kamadiri dan situs di Yomber rencananya tanggal 4 Mei, karena bertepatan dengan peringatan 160 tahun Injil masuk ke Wondama,” ujar bupati.

Program prioritas keempat, kata dia, pelaksanaan pembangunan Bandar Udara Domine I.S. Kijne di Mawoi yang saat ini masih dalam proses. Kelima, pembangunan serta pengembangan sarana konektivitas transportasi darat dan laut antar wilayah di Kabupaten Teluk Wondama.

Keenam, pemerintah kabupaten juga akan membangun perguruan tinggi Saling Agung serta patung Pendeta I.S. Kijne yang sudah dicanangkan pada peringatan 100 tahun peradaban orang asli Papua mengenal pendidikan formal.

“Kami sudah membangun kerja sama dengan Universitas Papua untuk menyusun peta jalan pembangunan pendidikan di Teluk Wondama,” ujar Elysa Auri.
 



Pewarta: Zack Tonu Bala
Editor : Evarianus Supar

COPYRIGHT © ANTARA 2026