Sorong (ANTARA) - Wakil Gubernur Papua Barat Daya Ahmad Nausrau menegaskan bahwa Safari Ramadhan menjadi momentum mempererat silaturahim antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat, sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan di bulan suci.
Wakil Gubernur yang juga Ketua MUI Provinsi Papua Barat Daya itu di Sorong, Senin, mengatakan Safari Ramadhan bukan sekadar agenda seremonial, tetapi menjadi sarana membangun kebersamaan serta memperkuat sinergi antara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat, termasuk dunia usaha.
“Momentum Ramadhan harus kita jadikan sebagai ruang mempererat ukhuwah, memperkuat kepedulian sosial, serta meningkatkan kualitas iman dan takwa,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi partisipasi manajemen dan karyawan Petrogas (Basin) Ltd dalam menyukseskan kegiatan tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap pembinaan keagamaan di lingkungan kerja.
Sebelumnya Ahmad Nausrau melaksanakan Safari Ramadhan di Masjid Ad-Zikra, KMT Petrogas (Basin) Ltd Sele, Kota Sorong, Minggu (22/2) malam.
Dia berharap melalui Safari Ramadhan terjalin hubungan yang semakin harmonis antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan di Papua Barat Daya yang berlandaskan nilai-nilai religius dan kebersamaan.
Dia mengatakan, Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya telah menetapkan jadwal bergilir pelaksanaan Safari Ramadhan selama bulan puasa berjalan.
"Safari Ramadhan ini telah berjalan sejak 20 Februari dan akan berakhir pada 16 Maret 2026," bebernya.
Kunjungan Safari Ramadhan ini, tambah dia, akan menyasar seluruh wilayah di enam kota kabupaten sesuai jadwal yang telah ditentukan.
Pewarta: Yuvensius Lasa BanafanuEditor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.