Manokwari (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kenaikan tarif listrik memicu terjadinya inflasi tahunan (year on year/yoy) di Provinsi Papua Barat pada Februari 2026 sebesar 5,38 persen dengan indeks harga 110,04 atau lebih tinggi dibanding bulan sebelumnya yaitu 5,02 persen (yoy).  

Kepala BPS Papua Barat Merry di Manokwari, Kamis, mengatakan, kenaikan tarif listrik memberikan andil 2,64 persen terhadap kondisi inflasi tahunan periode Februari 2026 disusul komoditas beras, emas perhiasan, ikan cakalang, dan cabai rawit.

“Tarif listrik jadi penyumbang utama inflasi dengan andil 2,64 persen, beras 0,48 persen, emas perhiasan 0,44 persen, ikan cakalang 0,43 persen, dan cabai rawit 0,19 persen,” ujar Merry.

Ia menyebut hampir seluruh kelompok pengeluaran mengalami kenaikan indeks harga pada Februari 2026 yang berdampak terhadap kondisi inflasi, seperti kelompok perumahan, listrik, air dan bahan bakar rumah tanggan dengan andil mencapai 2,97 persen.

Kemudian kelompok makanan minuman dan tembakau yang memberikan andil inflasi 2,07 persen, kelompok restoran, perawatan pribadi, kesehatan, kelompok pakaian dan alas kaki, kelompok informasi serta jasa keuangan.

“Inflasi terjadi karena sebagian besar kelompok pengeluaran mengalami kenaikan indeks harga,” ujarnya.

Secara bulanan (month to month/mtm), Papua Barat justru mengalami penurunan indeks harga atau deflasi pada Februari 2026 sebesar 0,64 persen dan berbanding terbalik dengan periode Januari 2026 yang terjadi inflasi 0,02 persen.

Kondisi ini dipengaruhi oleh penurunan harga sejumlah komoditas dari kelompok makanan minuman dan tembakau sebesar 1,79 persen dengan kontribusi terhadap deflasi bulanan di Papua Barat sebesar 0,65 persen.

Adapun lima komoditas penyumbang utama deflasi meliputi, ikan cakalang dengan andil deflasi 0,18 persen, ikan kakap merah 0,15 persen, angkutan udara 0,13 persen, bensin 0,10 persen, dan bawang merah 0,09 persen.

“Beberapa komoditas yang menahan laju deflasi karena mengalami kenaikan harga, seperti emas perhiasan, beras, dan jasa pemeliharaan atau servis,” ucap Merry.

 



Pewarta: Fransiskus Salu Weking
Editor : Evarianus Supar

COPYRIGHT © ANTARA 2026