Nabire (ANTARA) - Dapur-dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Nabire, Papua Tengah menyerap ratusan tenaga kerja orang asli Papua (OAP) melalui pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Nabire Marsel Asyerem di Nabire, Minggu, saat ini jumlah dapur SPPG yang beroperasi di Nabire mencapai 12 unit dengan total tenaga kerja sebanyak 564 orang.
“Dari jumlah tenaga kerja tersebut, sebanyak 264 orang di antaranya merupakan tenaga kerja OAP,” katanya.
Ia mengatakan, antusiasme masyarakat khususnya warga OAP untuk terlibat sebagai tenaga kerja di SPPG terlihat saat proses wawancara dalam rekrutmen relawan untuk dapur SPPG ke-12 di Nabire, yakni SPPG Jayanti, Minggu (8/3).
Pada saat pembukaan pendaftaran relawan untuk SPPG Jayanti, antrian dipadati oleh orang asli Papua, baik mama-mama Papua maupun pemuda Papua.
Menurut dia, program MBG memberikan peluang kerja bagi masyarakat lokal, khususnya mama-mama Papua yang selama ini berperan sebagai ibu rumah tangga serta anak muda yang belum memperoleh pekerjaan.
Tenaga kerja OAP yang dilibatkan dalam operasional dapur SPPG juga menjadi bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat lokal.
“Yang bekerja di dapur adalah orang asli Papua, sehingga sekaligus menepis isu negatif yang beredar bahwa program MBG bertujuan merugikan orang asli Papua,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dapur SPPG Jayanti dijadwalkan mulai beroperasi pada Senin (9/3) dengan melayani tiga sekolah dasar di wilayah Kelurahan Wonorejo.
Marsel berharap keberadaan dapur SPPG di Nabire dapat terus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Menurut dia, ketika dapur SPPG dibangun di wilayah Papua maka tenaga kerja yang dilibatkan juga harus berasal dari masyarakat setempat agar manfaat ekonominya dapat dirasakan secara langsung.
Ia juga mengingatkan para pekerja untuk mematuhi standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku, termasuk menjalani pemeriksaan kesehatan serta menjaga kedisiplinan dalam bekerja.
Selain itu, para pekerja diharapkan dapat mengatur waktu kerja dengan baik, mengingat operasional dapur dilakukan dalam beberapa waktu kerja, termasuk pada malam hari hingga dini hari.
Pewarta: Ali Nur IchsanEditor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.