Manokwari (ANTARA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kinerja sektor perusahaan pembiayaan di Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya masih menunjukkan tren positif dengan realisasi penyaluran pembiayaan sepanjang 2025 mencapai Rp1,19 triliun.

Kepala OJK Papua Barat dan Papua Barat Daya Budi Rahman di Manokwari, Minggu, mengatakan penyaluran pembiayaan oleh sektor nonperbankan mengalami pertumbuhan sekitar 0,86 persen secara tahunan (year on year/yoy).

“Tahun 2024, piutang perusahaan pembiayaan sebanyak Rp1,18 triliun. Jadi, ada sedikit peningkatan,” kata Budi.

Ia menyebut, kualitas pembiayaan masih berada pada level aman dengan rasio non-performing financing (NPF) sebesar 2,67 persen dari 199.392 total kontrak sepanjang periode 2025 atau mengalami peningkatan 30,89 persen secara tahunan.

Capaian tersebut menggambarkan kegiatan pembiayaan yang dilakukan oleh sektor nonperbankan relatif stabil dalam menjawab kebutuhan masyarakat maupun pelaku usaha di wilayah Papua Barat dan Papua Barat Daya.

“Secara nominal, nilai pembiayaan bermasalah meningkat dalam tiga tahun terakhir, yakni dari Rp18,97 miliar pada 2023 menjadi RP20,24 miliar pada 2024 dan naik lagi menjadi Rp31,81 miliar pada 2025,” katanya.

Selain sektor pembiayaan, kata dia, perkembangan keuangan digital melalui penyelenggaraan layanan pendanaan bersama berbasis teknologi informasi (LPPBTI) atau peer to peer lending mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

Nilai outstanding pinjaman LPPBTI untuk wilayah Papua Barat kurang lebih sebanyak Rp100,62 miliar dengan rasio tingkat wanprestasi di atas 90 hari (TWP90) 1,21 persen, sedangkan Papua Barat Daya Rp30,33 miliar dengan rasio TWP90 hanya 0,9 persen.

“Secara nasional terdapat 95 penyelenggara LPPBTI atau pinjaman daring yang telah mengantongi izin dari OJK. Pemanfaatan layanan pinjaman daring terus meningkat dengan rasio kredit tetap terjaga,” ujar Budi.

OJK, kata dia, terus mengoptimalkan pelaksanaan gerakan nasional cerdas keuangan (Gencarkan) guna meningkatkan kesadaran masyarakat di Papua Barat dan Papua Barat Daya dalam memanfaatkan akses permodalan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.
 



Pewarta: Fransiskus Salu Weking
Editor : Evarianus Supar

COPYRIGHT © ANTARA 2026