Manokwari (ANTARA) - Kepala Kepolisian Daerah (Polda) Papua Barat mengerahkan sebanyak 909 personel gabungan pada pelaksanaan Operasi Ketupat Mansinam 2026 guna menjamin keamanan selama arus mudik hingga perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah.

Kepala Polda Papua Barat Brigadir Jenderal Alfred Papare di Manokwari, Kamis, mengatakan personel yang terlibat tidak hanya berasal dari TNI-Polri melainkan unsur eksternal seperti Basarnas, pemerintah daerah, Jasa Raharja, Pramuka, dan lainnya.

“Total personel yang terlibat dalam Operasi Ketupat Mansinam 2026 termasuk Polres jajaran di seluruh wilayah Papua Barat sebanyak 909 orang,” kata Alfred.

Ia menyebut personel ditugaskan untuk mengamankan masjid, bandara, pelabuhan, pusat perbelanjaan, dan pusat keramaian di Manokwari, Manokwari Selatan, Teluk Bintuni, Teluk Wondama, Kaimana, Fakfak, dan Pegunungan Arfak.

Personel juga didistribusikan ke 12 pos pengamanan, sembilan pos pelayanan, dan empat pos terpada pada pelaksanaan Operasi Ketupat Mansinam 2026 guna memudahkan pemantauan terhadap seluruh aktivitas masyarakat menjelang Lebaran.

“Sampai hari ini kondisi kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat) di tujuh kabupaten se-Papua Barat relatif aman, tapi kami tetap antisipasi potensi gangguan,” ujarnya.

Kepala Polda Papua Barat Brigadir Jenderal Alfred Papare saat diwawancara usai memimpin apel gelar pasukan Operasi Ketupat Mansinam 2026 di Manokwari, Kamis (12/3/2026). ANTARA/Fransiskus Salu Weking

Selain itu, kata dia, perubahan cuaca yang ekstrem di sebagian besar wilayah Papua Barat turut menjadi atensi dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Mansinam 2026, sehingga dapat meminimalisir risiko terjadinya bencana alam seperti banjir dan tanah longsor.

Kepolisian menyediakan layanan 110 yang dapat diakses masyarakat saat mengetahui gangguan kamtibmas maupun bencana alam, sedangkan pihak Basarnas membuka layanan 115 untuk kejadian bencana alam atau insiden yang mengancam keselamatan jiwa.

“Manokwari menjadi daerah dengan titik rawan gangguan kamtibmas paling banyak dibanding enam kabupaten lainnya. Nanti kegiatan rutin kepolisian yang ditingkatkan,” kata Alfred.

Dia mengajak masyarakat di seluruh Papua Barat berperan aktif menjaga stabilitas keamanan di masing-masing daerah dengan memanfaatkan layanan call center tersebut, sehingga potensi gangguan dapat dicegah sedini mungkin.

Kepolisian sebelumnya telah melaksanakan Operasi Pekat (Penyakit Masyarakat) Mansinam 2026 yang kemudian dilanjutkan dengan Operasi Ketupat Mansinam 2026 sebagai upaya untuk menjamin situasi dan kondisi yang kondusif menjelang Idul Fitri.

“Kalau masyarakat mengetahui ada tempat-tempat yang dijadikan untuk mengonsumsi minuman keras dan mengganggu keamanan, bisa dilaporkan melalui layanan 110,” imbau Alfred.



Pewarta: Fransiskus Salu Weking
Editor : Evarianus Supar

COPYRIGHT © ANTARA 2026