Sorong (ANTARA) - PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Cabang Sorong mengerahkan delapan kapal untuk melayani Angkutan Lebaran 2026 termasuk satu kapal tambahan guna mengantisipasi lonjakan penumpang di wilayah Papua Barat Daya.

Kepala PT Pelni Cabang Sorong, Jhoni Rachman di Sorong, Kamis, mengatakan pihaknya telah menyiapkan tujuh kapal reguler serta satu kapal tambahan yang disiagakan di Sorong untuk mendukung kelancaran angkutan lebaran.

“Kami sudah menyiapkan tujuh kapal ditambah satu kapal tambahan yang 'standby' di Sorong, yaitu KM Labobar, untuk mengantisipasi peningkatan jumlah penumpang pada musim lebaran,” ujarnya.

Selain kesiapan armada, Pelni juga telah menyiapkan posko terpadu yang terintegrasi dengan kantor pusat, kantor cabang, serta instansi terkait seperti Kementerian Perhubungan untuk memantau kelancaran operasional kapal selama periode mudik.

"Selama Maret 2026, ada s22 kedatangan kapal Pelni di Sorong. Selain itu, terdapat pula empat kapal perintis yang telah disiagakan untuk melayani rute-rute tertentu," bebernya.

Seluruh kapal tersebut, lanjutnya, telah menjalani uji petik atau ramp check guna memastikan kondisi kapal layak beroperasi dan memenuhi standar keselamatan pelayaran.

"Untuk mengantisipasi lonjakan jumlah penumpang, selain menambah satu kapal tambahan, Pelni juga menerapkan dispensasi kapasitas penumpang hingga sekitar 39 persen di atas kapasitas tempat duduk yang tersedia, sesuai ketentuan dari pemerintah," jelasnya.

Secara nasional, periode angkutan mudik Lebaran ditetapkan mulai 16 Maret hingga 6 April 2026. Sementara untuk wilayah Sorong, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 16 Maret 2026.

“Untuk Sorong sendiri, puncak mudik diperkirakan terjadi pada tanggal 16 Maret,” katanya.

Pelni memperkirakan jumlah penumpang di Sorong pada musim mudik tahun ini akan mengalami peningkatan sekitar 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Sebagian besar penumpang berasal dari rute Makassar, Baubau, dan Surabaya yang menjadi jalur utama perjalanan laut menuju Sorong.

Penjualan tiket kapal Pelni sendiri telah dibuka sejak jauh hari atau sekitar satu bulan sebelum keberangkatan, sehingga calon penumpang dapat merencanakan perjalanan lebih awal.

"Meski permintaan tiket cukup tinggi, hingga saat ini ketersediaan tiket masih ada karena adanya kebijakan dispensasi kapasitas penumpang," ucapnya.

Selain itu, pemerintah juga memberikan stimulus berupa diskon tarif tiket sebesar 30 persen dari tarif dasar, tidak termasuk biaya pas pelabuhan dan asuransi.

"Program diskon tersebut berlaku untuk pembelian tiket dengan periode perjalanan mulai 11 Maret hingga 5 April 2026," ujarnya

Dia mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik melalui jalur laut agar memanfaatkan program tersebut dan membeli tiket lebih awal guna memastikan ketersediaan tempat.
 



Pewarta: Yuvensius Lasa Banafanu
Editor : Evarianus Supar

COPYRIGHT © ANTARA 2026