Sorong (ANTARA) - Kepolisian Daerah Papua Barat Daya terus melakukan penyelidikan intensif terkait insiden penyerangan terhadap empat tenaga kesehatan di Distrik Bamusbama, Kabupaten Tambrauw, yang mengakibatkan dua orang meninggal dunia.
Pelaksana Tugas Kepala Bidang Humas Polda Papua Barat Daya Komisaris Polisi Jenny Setya Agustin Hengkelare di Sorong, Rabu, mengatakan proses penyelidikan masih berlangsung intensif untuk mengungkap pelaku penyerangan yang diduga dilakukan oleh orang tak dikenal (OTK).
"Proses lidik dan sidik masih berjalan. Kami terus bekerja keras untuk menemukan pelaku," ujarnya.
Selain melakukan penyelidikan, Polda Papua Barat Daya juga mengerahkan 60 personel Brimob ke wilayah Tambrauw sebagai langkah cepat menjaga stabilitas keamanan, khususnya di jalur Sorong-Tambrauw yang sempat menjadi lokasi gangguan keamanan.
Menurut Jenny, aparat gabungan menyiapkan pos pengamanan di sejumlah titik rawan guna memastikan aktivitas masyarakat tetap berjalan aman, terutama setelah terjadinya penghadangan dan penganiayaan.
Polisi juga menerapkan sistem pengawalan bagi pengguna jalan. Kendaraan yang melintas, khususnya sepeda motor, dikumpulkan di satu titik sebelum diberangkatkan secara bersama-sama dengan pengawalan petugas.
"Tidak lagi berjalan sendiri-sendiri. Kami kumpulkan dan kawal bersama demi keamanan," katanya.
Langkah ini, kata dia, dilakukan untuk meminimalisasi potensi gangguan serta memberikan rasa aman bagi warga yang melakukan perjalanan antara Sorong dan Tambrauw.
Jenny menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir untuk beraktivitas maupun bepergian karena aparat dari Polri, TNI, dan pemerintah daerah telah disiagakan di lapangan.
"Situasi saat ini kondusif, namun kami tetap waspada penuh. Petugas standby untuk memastikan keamanan masyarakat," ujarnya.
Dia mengatakan pihaknya memastikan akan terus meningkatkan pengamanan sekaligus mempercepat pengungkapan kasus penyerangan tersebut agar kejadian serupa tidak terulang.
Sebelumnya, empat orang tenaga kesehatan dilaporkan menjadi korban penyerangan oleh orang tak dikenal (OTK) di Kampung Jokbu, Distrik Bamusbama, Kabupaten Tambrauw, Papua Barat Daya, Senin (16/3) sekitar pukul 11.37 WIT.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sumber di lapangan, insiden tersebut terjadi ketika para tenaga kesehatan sedang dalam perjalanan dari Rumah Sakit Pratama Fef menuju Kota Sorong setelah menjalankan tugas pelayanan kesehatan di wilayah pedalaman.
Namun, setibanya di wilayah Kampung Jokbu atau Banfot, kendaraan yang mereka tumpangi dilaporkan dihadang oleh sekelompok orang tidak dikenal.
Pewarta: Yuvensius Lasa BanafanuEditor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026