Aimas, Papua Barat Daya (ANTARA) - Wakil Gubernur Papua Barat Daya Ahmad Nausrau menyebut Idul Fitri 1447 Hijriah harus dimaknai sebagai kesempatan umat memperkuat ketaqwaan dalam menghadapi berbagai tantangan zaman, mulai dari krisis moral, disrupsi digital, hingga kerusakan lingkungan.
"Idul Fitri bukan sekadar perayaan, tetapi momentum untuk memastikan nilai-nilai Ramadhan tetap hidup dalam kehidupan kita sehari-hari," katanya saat khutbah Shalat Idul Fitri di Masjid Al-Ikhtiar Tugu Merah SP1 di Kabupaten Sorong, Sabtu, dihadiri ribuan umat Islam di daerah itu.
Ia menekankan Ramadhan membentuk karakter umat melalui disiplin ibadah, pengendalian diri, serta meningkatnya kepedulian sosial.
Namun, ujar dia, konsistensi menjaga nilai-nilai tersebut setelah Ramadhan menjadi tantangan utama.
"Kalau setelah Ramadhan kita kembali lalai, maka kita kehilangan esensi dari ibadah itu sendiri," ujarnya.
Dalam khutbah bertema “Idul Fitri: Meneguhkan Taqwa di Hati, Menebarkan Rahmat di Bumi”, ia juga mengingatkan bahwa sejarah Islam menunjukkan ketaqwaan sebagai faktor utama lahirnya peradaban besar.
"Perubahan besar dalam sejarah lahir dari kekuatan iman dan taqwa, bukan semata kekuatan materi," katanya.
Ia menyoroti dampak perkembangan teknologi digital yang dinilai membawa tantangan serius bagi kehidupan umat, terutama terkait dengan penyebaran informasi yang tidak benar serta menurunnya kualitas hubungan sosial.
"Kita berada di era banjir informasi. Tidak semua membawa kebaikan, bahkan banyak yang menjauhkan dari nilai kebenaran," ujarnya.
Oleh karena itu, ia mengajak umat Islam di Papua Barat Daya untuk kembali menjadikan Al Quran sebagai pedoman hidup.
"Jangan sampai setelah Ramadhan, Al Quran kembali ditinggalkan,” katanya.
Ia juga menyinggung persoalan lingkungan yang dinilai semakin mengkhawatirkan akibat perilaku manusia.
"Hutan rusak, sungai tercemar, laut terluka. Ini bukan sekadar persoalan lingkungan, tetapi cerminan krisis spiritual manusia," ujarnya.
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi PBD itu, menegaskan bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab keimanan.
Dalam aspek sosial, ia mengajak umat Islam untuk terus memperkuat solidaritas, terutama terhadap masyarakat yang mengalami penderitaan, termasuk di Palestina.
"Kalau hari ini kita bergembira, jangan lupakan saudara-saudara kita yang masih menderita," ujar Wagub Ahmad Nausrau.
Ia juga mendorong semangat berbagi melalui zakat, infak, dan sedekah yang telah dilakukan umat selama Ramadhan dapat terus dilanjutkan.
Ia mengajak seluruh umat Islam menjadikan Idul Fitri sebagai kesempatan yang baik untuk rekonsiliasi dan penguatan persatuan.
"Di hari yang fitri ini, mari kita saling memaafkan dan mengakhiri segala bentuk perpecahan," kata Wagub PBD.
Pewarta: Evarianus SuparEditor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.