Manokwari (ANTARA) - Wakil Bupati (Wabup) Manokwari Mugiyono mengingatkan masyarakat agar merayakan Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi secara wajar, tidak berlebihan, serta tidak bertentangan dengan aturan hukum dan norma agama.

Imbauan itu disampaikan Mugiyono usai melaksanakan Shalat Idul Fitri bersama Wakil Gubernur (Wagub) Papua Barat Mohamad Lakotani, Sekda Papua Barat Ali Baham Temongmere, Kapolresta Manokwari, dan ribuan jamaah lainnya di RTP Borarsi Manokwari, Sabtu.

“Rayakanlah hari kemenangan ini dengan kegiatan yang bermanfaat, bukan dengan cara yang ugal-ugalan,” ucap Mugiyono.

Menurut dia, perayaan hari Lebaran tidak harus dimaknai dengan euforia, melainkan momentum memperkuat silaturahmi dan membersihkan hati, sekaligus mendukung terciptanya stabilitas keamanan daerah yang kondusif.

Hal tersebut menjadi bagian dari upaya untuk menjaga keseimbangan antara ekspresi kebahagiaan masyarakat dengan kepentingan ketertiban umum, terutama pada momentum hari besar keagamaan yang melibatkan aktivitas massal di ruang publik.

"Tema hari ini sangat luar biasa. Meminta maaf itu biasa, namun memberikan maaf adalah hal yang tidak mudah," ujarnya.

Menurut dia, sikap saling memaafkan sebagai implementasi dari makna perayaan Idul Fitri menjadi bagian penting dalam kehidupan bermasyarakat guna menjamin keberlangsungan hubungan sosial yang tetap harmonis.

Kerukunan antar-umat beragama yang sudah terpelihara sejak dahulu perlu dipertahankan hingga masa mendatang, terutama dalam menghadapi dinamika perkembangan global, sehingga agenda pembangunan daerah berjalan lancar.

“Saya mengajak kita semua untuk memberikan ruang maaf bagi siapapun. Melapangkan dada dan membersihkan hati dari dendam, akan membuat kehidupan lebih harmonis,” pesan Mugiyono.

Sementara itu Kepala Bagian Operasi Polresta Manokwari Komisaris Polisi Wisnu Prasetyo mengatakan kurang lebih ada 75 personel yang dikerahkan untuk mengamankan pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1447 Hijriah di 26 lokasi.

Pengamanan tersebut merupakan bagian dari operasi kepolisian secara terpusat yang rutin diselenggarakan setiap tahun dan seluruh personel sudah disiagakan sejak malam takbiran guna mengantisipasi berbagai potensi gangguan kamtibmas.
 



Pewarta: Fransiskus Salu Weking
Editor : Evarianus Supar

COPYRIGHT © ANTARA 2026