Manokwari (ANTARA) - Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan menegaskan tidak ada titipan atau intervensi dari pihak manapun dalam bursa pencalonan Ketua Umum Komite Olahraga Nasional (KONI) Papua Barat periode 2026-2030.

Hal tersebut ditujukan agar proses pemilihan Ketua Umum KONI melalui musyawarah luar biasa (muslub) berlangsung secara demokratis, profesional, tertib dan aman, sehingga berdampak positif terhadap program pembinaan terhadap atlet potensial.

“Semua yang punya kemampuan, bisa maju mencalonkan diri. Tidak ada itu pesan khusus (titipan), jangan tambah pekerjaan buat pemerintah daerah,” kata Dominggus di Manokwari, Senin.

Meski demikian, ujar Dominggus, sosok yang berkeinginan untuk mengikuti bursa pencalonan ketua umum, wajib memenuhi kriteria dan persyaratan sesuai ketentuan aturan dasar maupun aturan rumah tangga KONI.

“Kami harapkan calon ketua bisa membawa KONI Papua Barat meraih prestasi dalam berbagai ajang olahraga. Pemerintah provinsi akan bantu anggaran pelaksanaan muslub,” ucap Dominggus.

Ada sejumlah nama yang telah menyatakan kesiapan untuk masuk dalam bursa pencalonan Ketua Umum KONI Papua Barat, antara lain Yosias Saroy mantan Bupati Pegunungan Arfak dua periode, dan Markus Waran mantan Bupati Manokwari Selatan dua periode.

Kemudian, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Papua Barat Djoni Saiba, dua Anggota DPRP Papua Barat yaitu Amin Ngabalin dan Aloysius Siep, serta dua akademisi yakni Profesor Roberth KR Hammar dan Dr Filep Wamafma.
 



Pewarta: Fransiskus Salu Weking
Editor : Evarianus Supar

COPYRIGHT © ANTARA 2026