Manokwari (ANTARA) - Bupati Manokwari Hermus Indou menilai SMA Negeri 1 Manokwari layak bertransformasi menjadi SMA Unggulan Garuda karena memiliki sumber daya yang memadai serta rekam jejak dengan sejumlah prestasi tingkat nasional bahkan internasional.

SMA Negeri 1 Manokwari juga berhasil mempertahankan kualitas dan mutu pembelajaran dari tahun ke tahun, sehingga turut berkontribusi dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) di Provinsi Papua Barat yang unggul dan berdaya saing.

“Dengan segala potensi yang sudah ada, SMA Negeri 1 Manokwari layak diusulkan menjadi SMA Unggulan Garuda,” ujarnya usai mengikuti perayaan HUT ke-59 SMA Negeri 1 Manokwari di Manokwari, Selasa.

Menurut dia, peralihan status sekolah potensial yang telah tersedia jauh lebih efektif dan efisien dibanding membangun infrastruktur baru, sarana prasarana pendukung kegiatan belajar mengajar, termasuk penyediaan sumber daya pendidik.

Hal ini sejalan dengan pengembangan sekolah menuju konsep SMA Unggulan Garuda yang tidak hanya berfokus pada peningkatan infrastruktur, melainkan penguatan kurikulum, kompetensi guru, serta program pembinaan karakter peserta didik.

“Lebih baik memberdayakan sekolah yang ada. SMA Negeri 1 Manokwari ini fondasinya kuat sekali, sehingga tidak sulit transformasi jadi SMA Garuda,” ujar Hermus.

Kepala SMA Negeri 1 Manokwari Lucinda Patricia Mandobar mengatakan bahwa pihaknya sangat siap bertransformasi apabila diusulkan oleh pemerintah daerah setempat beralih status menjadi SMA Unggulan Garuda.

SMA Negeri 1 Manokwari menempati posisi ke-52 dari 100 SMA terbaik di Indonesia tahun 2026 berdasarkan penilaian Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) atas keberhasilan meraih 284 medali dalam berbagai kompetisi, seperti OSN, FLS2N, dan O2SN.

“Tahun ini, SMA Negeri 1 Manokwari mewakili seluruh Tanah Papua masuk dalam daftar SMA terbaik di Indonesia. Itu di luar dari prestasi yang kami raih di tingkat internasional,” ujarnya.

Saat ini, kata dia, jumlah guru maupun tenaga administrasi sebanyak 90 orang yang terdiri atas 29 guru berstatus pegawai negeri sipil (PNS), 29 guru berstatus pegawai pemerintahan dengan perjanjian kerja (PPPK), 20 guru honorer, dan 12 pegawai administrasi.

“90 persen guru sudah tersertifikasi, sarana sudah ada, tinggal dilengkapi saja. Kami sangat impikan bisa jadi SMA Garuda,” ucap Lucinda.
 



Pewarta: Fransiskus Salu Weking
Editor : Evarianus Supar

COPYRIGHT © ANTARA 2026