Timika (ANTARA) - Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP) Mimika, Papua Tengah, menggelar lomba potensi sains bagi siswa jenjang SD dan SMP sebagai rangkaian kegiatan menyambut Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang diperingati setiap 2 Mei.
Kepala Unit Pelaksana Teknis Pusat Prestasi SATP, Elpianus Paat, di Timika, Selasa, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya untuk memperingati Hardiknas, tetapi juga menjadi sarana menumbuhkan semangat kompetisi bagi anak-anak Papua sejak usia dini.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan itu sekaligus menjadi wadah untuk mempersiapkan peserta didik agar mampu bersaing, baik di tingkat regional maupun nasional.
Ketua Panitia, Yeremia T. Piri, mengatakan lomba diikuti siswa kelas I hingga kelas V serta kelas VII dan VIII.
Sementara itu, siswa kelas VI dan IX tidak dilibatkan karena difokuskan pada persiapan tes kompetensi akademik (TKA).
Pembukaan lomba berlangsung selama dua hari, yakni 5–6 April 2026, dengan proses seleksi awal dilakukan oleh wali kelas di masing-masing tingkat.
Dalam tahap seleksi tersebut, setiap kelas memilih lima siswa untuk tiap mata pelajaran yang dilombakan, yakni Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), serta literasi dan numerasi khusus untuk kelas I.
Dengan demikian, setiap kelas mengirimkan 15 siswa untuk mengikuti babak final lomba potensi sains yang dijadwalkan pada 17 April 2026.
Yeremia menambahkan, kompetisi tersebut dibagi dalam empat level, yaitu level I untuk kelas I, level II untuk kelas II dan III, level III untuk kelas IV dan V, serta level IV untuk kelas VII dan VIII.
SATP merupakan sekolah berasrama yang dibangun oleh Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) melalui dana kemitraan PT Freeport Indonesia.
Sekolah berstandar internasional itu diperuntukkan bagi anak-anak dari Suku Amungme dan Kamoro serta lima suku kerabat Papua lainnya, yakni Dani, Damal, Moni, Mee, dan Nduga.
