Nabire (ANTARA) - Sinergi aparat TNI-Polri bersama pemerintah daerah berhasil meredam potensi anarkis dalam aksi unjuk rasa di Kabupaten Nabire, Papua Tengah sehingga kegiatan berlangsung aman dan tertib.
Kapolres Nabire Samuel D. Tatiratu di sela-sela pengamanan, Selasa, mengatakan pengamanan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan personel gabungan dari TNI, Polri, dan Satpol PP di sejumlah titik strategis.
“Kami menempatkan personel di lima titik, mulai dari SP Nabire, Jepara 2, Pasar Karang, USWIM, hingga Siriwini sebagai titik konsentrasi massa,” ujarnya.
Ia menjelaskan massa dari kalangan mahasiswa dan pemuda diarahkan secara tertib menuju Kantor DPR Papua Tengah untuk menyampaikan aspirasi yang kemudian diterima pimpinan dewan.
Menurut dia, meski sempat terjadi dinamika di lapangan, pendekatan persuasif yang dilakukan aparat bersama tokoh masyarakat dan kepala suku mampu meredam potensi tindakan anarkis.
“Dari awal hingga selesai kegiatan, situasi tetap aman dan kondusif, serta aspirasi dapat disampaikan dengan baik,” katanya.
Kapolres menambahkan keterlibatan berbagai unsur, termasuk Polda Papua Tengah, Brimob, Korem, Kodim, hingga satuan TNI lainnya menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas keamanan.
Sementara itu, Dandim 1705/Nabire Dwi Palwanto Tirtamentari menegaskan TNI mendukung penuh kepolisian dalam mengawal jalannya aksi.
“TNI membackup kepolisian untuk memastikan penyampaian aspirasi berjalan lancar tanpa mengganggu kamtibmas,” ujarnya.
Ia menambahkan aparat mengedepankan pendekatan humanis dalam pengamanan, sekaligus memastikan tidak terjadi tindakan yang dapat memicu gangguan keamanan.
Sebelumnya, pemuda dan mahasiswa Nabire di bawah bendera Front Rakyat Bergerak telah menyebarkan informasi dengan narasi akan “melumpuhkan” Nabire melalui aksi massa pada Selasa (7/4).
Aksi tersebut menuntut penutupan PT Freeport Indonesia dan penentuan nasib sendiri Papua atau referendum.
Informasi tersebut langsung direspon aparat TNI-Polri dengan melakukan langkah antisipasi dan melakukan pengamanan ketat kepada massa pendemo.
