Timika (ANTARA) - Bupati Mimika Johannes Rettob menyebut keberadaan PT Freeport Indonesia memainkan peran yang sangat besar dan penting dalam upaya menggerakan perekonomian di Mimika, Papua, bahkan Indonesia
Melalui kanal media sosial Intagramnya pada Selasa (7/4/2026), Bupati John Rettob mengatakan kontribusi PTFI terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Mimika mencapai sekitar 85 persen.
Tidak itu saja, PTFI juga memberikan kontribusi yang sangat besar bagi APBD Kabupaten Mimika, terutama dari dana bagi hasil (DBH) pajak sektor tambang.
"PTFI juga berperan besar dalam mendukung ekonomi lokal termasuk pengembangan UMKM (usaha mikro, kecil dan menengah), penciptaan lapangan kerja, peningkatan partisipasi tenaga kerja orang asli Papua, serta dukungan pendidikan melalui program beasiswa bagi lebih dari 12.000 penerima," sebut Bupati Rettob.
Atas dedikasi dan sumbangsih yang demikian besar itu, Pemkab Mimika menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada jajaran manajemen dan seluruh karyawan serta keluarga besar PTFI.
PTFI pada Selasa (7/4/2026) merayakan ulang tahun ke-59. Perusahaan yang berdiri sejak 7 April 1967 itu merupakan perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) pertama di Indonesia.
"Saya, Yohanes Rettob, atas nama pribadi, keluarga, dan juga masyarakat Kabupaten Mimika mengucapkan selamat ulang tahun yang ke-59 kepada PT Freeport Indonesia. Semoga semakin solid, inovatif, dan terus memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa dari jantung Papua untuk Indonesia dan dunia," ujar Bupati Rettob.
PTFI menjalankan kegiatan pertambangan, pengolahan, dan pemurnian mineral secara terintegrasi untuk menghasilkan katoda tembaga, emas, dan perak batangan.
Melalui operasi dari hulu ke hilir, PTFI menjadi perusahaan tambang tembaga terintegrasi terbesar di dunia.
Kegiatan penambangan PTFI berlokasi di kawasan Grasberg, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, salah satu
wilayah pegunungan terpencil dan ekstrem di dunia yang memiliki salah satu deposit tembaga dan emas terbesar.
Proses pemurnian dilakukan di fasilitas smelter PTFI di Gresik, Jawa Timur, sebagai bagian dari komitmen perusahaan terhadap hilirisasi dan peningkatan nilai tambah mineral di dalam negeri.
PTFI tengah mengembangkan tambang bawah tanah berskala besar dan berkadar tinggi di kawasan mineral Grasberg.
Melalui pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan, penerapan teknologi canggih, dan standar keselamatan kelas
dunia, PTFI berkomitmen untuk terus berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi nasional.
Sumbangsih PTFI
Sepanjang tahun 2025, PTFI menyetorkan sekitar Rp70 triliun kepada negara dalam bentuk pajak, royalti, dividen, dan penerimaan lainnya. PTFI juga terus berkomitmen memberikan manfaat langsung kepada masyarakat di sekitar wilayah operasional melalui berbagai program investasi sosial.
Sementara nilai investasi sosial PTFI pada 2025 mencapai hampir Rp2 triliun dan akan terus bertambah sekitar 100 juta dolar AS atau setara Rp1,5 triliun per tahun hingga selesainya operasi penambangan.
Saat ini jumlah tenaga kerja yang bekerja di area tambang PTFI sebanyak lebih dari 30 ribu orang, di mana sekitar 40 persen diantaranya merupakan orang asli Papua. (*)
Pewarta: Ernus/MarselEditor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026