Sorong (ANTARA) - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Tambrauw, Papua Barat Daya, tengah memetakan kebutuhan tenaga guru di seluruh satuan pendidikan dengan fokus pada sejumlah mata pelajaran tertentu yang masih mengalami kekurangan.

Plt Kepala Disdikbud Kabupaten Tambrauw, Karel Nauw di Sorong, Jumat, mengatakan bahwa pemetaan tersebut dilakukan sebagai dasar penyusunan formasi kebutuhan guru yang akan diusulkan kepada pemerintah pusat melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD).

“Untuk memenuhi kebutuhan pendidikan di Tambrauw, kami masih membutuhkan banyak guru. Saat ini kami sedang menyusun formasi berdasarkan kebutuhan riil di sekolah,” kata Karel.

Ia menjelaskan bahwa kebutuhan guru tidak merata pada semua mata pelajaran, melainkan lebih difokuskan pada bidang tertentu yang masih minim tenaga pengajar.

Beberapa mata pelajaran yang menjadi prioritas antara lain pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan (PJOK), pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan (PPKn), bimbingan konseling (BK), serta prakarya. Selain itu, kebutuhan juga mencakup guru pendidikan anak usia dini (PAUD) dan guru sekolah dasar (PGSD).

Menurut dia, penyusunan kebutuhan guru dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi masing-masing sekolah dan jenjang pendidikan, sehingga formasi yang diajukan nantinya benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Meski demikian, Karel belum merinci jumlah pasti kebutuhan guru di Kabupaten Tambrauw. Namun, ia memastikan bahwa jumlahnya cukup besar, mengingat masih banyak sekolah yang kekurangan tenaga pengajar.

“Jumlah pastinya masih dalam proses pendataan, tetapi dipastikan kebutuhan guru di Tambrauw cukup banyak di semua jenjang pendidikan,” ujarnya.

Ia berharap nantinya usulan formasi yang diajukan bisa mendapat persetujuan dari pemerintah pusat, sehingga kekurangan tenaga guru di Kabupaten Tambrauw dapat teratasi secara bertahap.



Pewarta: Yuvensius Lasa Banafanu
Editor : Evarianus Supar

COPYRIGHT © ANTARA 2026