Manokwari (ANTARA) - Kepolisian Daerah (Polda) Papua Barat menyiapkan pelatihan keterampilan satuan pengamanan (satpam) bagi lulusan pendidikan nonformal agar menjadi tenaga kerja profesional yang siap diserap oleh dunia usaha.
Direktur Pembina Masyarakat (Binmas) Polda Papua Barat Kombes Pol Hari S Sembiring di Manokwari, Sabtu, mengatakan pelatihan tersebut ditujukan bagi lulusan Paket A, B, dan C yang dibina oleh Yayasan Kasih Rumbai Koteka.
“Nanti setelah lulus Paket C atau setara SMA, akan disiapkan mengikuti pelatihan khusus tentang satpam,” kata Hari.
Ia menjelaskan, peserta pelatihan satpam tidak hanya memperoleh sertifikat dan kartu tanda anggota (KTA) sebagai bukti kompetensi, tetapi juga dipersiapkan untuk disalurkan ke berbagai perusahaan yang berinvestasi di Papua Barat.
Langkah ini bertujuan mendorong percepatan penyerapan tenaga kerja lokal profesional sekaligus memastikan ketersediaan personel keamanan yang disesuaikan dengan klasifikasi dan kebutuhan perusahaan.
“Kita siapkan tenaga kerja lokal dengan standar kompetensi satpam sehingga dapat dimanfaatkan oleh perusahaan-perusahaan di Papua Barat,” katanya.
Ketua Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (BP3OKP) Papua Barat Irene Manibuy menyebut, program pendidikan nonformal harus diikuti dengan penyiapan lapangan kerja guna mencegah peningkatan angka pengangguran.
Pendidikan nonformal yang diselenggarakan Yayasan Kasih Rumbai Koteka telah menghasilkan sekitar 2.791 lulusan Paket A, B, dan C namun perlu diikutsertakan dalam pelatihan kompetensi seperti pelatihan satpam.
BP3OKP, kata dia, akan melakukan pendataan terhadap seluruh pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM) di Papua Barat untuk memastikan kualitas pendidikan nonformal tetap terjamin sesuai ekspektasi bersama.
“Program pendidikan nonformal yang kemudian lulusan diberi pelatihan, tentu generasi muda Papua ke depannya semakin produktif dan terhindar dari perilaku negatif,” ujar Irene.
Ketua Yayasan Kasih Rumbai Koteka Ayub Msiren mengatakan, program pendidikan nonformal sudah berlangsung sejak 2022 dan saat ini terdapat kurang lebih 2.700 peserta yang mengikuti program dimaksud.
“738 peserta lulus pada 2024 dan 864 peserta pada 2025, sementara 1.069 peserta masih mengikuti ujian,” ujarnya.
Pewarta: Fransiskus Salu WekingEditor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026