Manokwari, Papua Barat (ANTARA) - PT Pertamina Patra Niaga melakukan diversifikasi titik suplai liquified petroleum gas (LPG) di Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat, guna memastikan ketersediaan energi bagi masyarakat di tengah dinamika geopolitik global.
Pjs Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku Bramantyo Rahmadi di Manokwari, Senin, mengatakan langkah tersebut dilakukan melalui penguatan rantai distribusi dan penambahan titik suplai.
"Salah satu upaya adalah diversifikasi titik suplai. Tidak hanya mengandalkan titik suplai reguler, namun ada juga suplai dari Ambon dan Jayapura," jelas Bram, panggilannya.
Pertamina, kata dia, terus berkoordinasi dengan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Manokwari guna mengidentifikasi tantangan serta mencari opsi suplai distribusi yang berkelanjutan dalam menjawab kebutuhan masyarakat setempat.
Kebijakan diversifikasi titik suplai tidak hanya memperkuat rantai distribusi energi dalam menjamin ketersediaan pasokan LPG, melainkan turut menciptakan ekosistem serta pola pendistribusian yang terintegrasi di wilayah Papua dan Maluku.
"Tujuannya mengurangi ketergantungan pasokan dari Surabaya dan Makassar, sekaligus memperkuat perencanaan distribusi di wilayah Papua dan Maluku agar lebih efektif," katanya.
Plh Kepala Disperindag Manokwari Yahya Maabut mengapresiasi langkah Pertamina Patra Niaga yang terus menjalin koordinasi dengan pemerintah daerah terkait kondisi suplai LGP dan perkembangan harga akibat dinamika geopolitik.
Sinergisitas dan kolaborasi tersebut berdampak positif terhadap pengawasan serta pengaturan mekanisme distribusi untuk mengantisipasi potensi peningkatan konsumsi LPG oleh masyarakat di daerah.
"Diversifikasi suplai ini langkah baik untuk memastikan ketersediaan LPG, namun perlu disertai sosialisasi yang jelas kepada masyarakat," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Yahya menyarankan agar Pertamina Patra Niaga memperhatikan keterbukaan informasi secara berkala guna mengantisipasi kesalapahaman masyarakat terkait keterbatasan pasokan yang kerap disebarluaskan oleh oknum tidak bertanggungjawab.
"Harus terbuka sampaikan kondisi stok supaya masyarakat tidak khawatir," kata Yahya.
Pewarta: Fransiskus Salu WekingEditor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.