Teluk Wondama (ANTARA) - Bupati Teluk Wondama, Papua Barat, Elysa Auri mengatakan pendidikan berbasis keluarga merupakan arah kebijakan pembangunan pendidikan untuk membentuk generasi muda yang berkarakter dan berintegritas.
Semboyan "setiap rumah adalah sekolah dan setiap orang adalah guru", kata dia, menegaskan bahwa proses pendidikan tidak hanya berlangsung di lingkungan sekolah, tetapi juga dalam kehidupan keluarga dan masyarakat.
“Pendidikan itu hidup dalam keluarga dan lingkungan sosial melalui keteladanan dan perilaku sehari-hari,” ujarnya di Wasior, Senin.
Dia menyebut nilai yang diusung dalam semboyan tersebut berakar dari ajaran misionaris Pendeta Izaak Samuel Kijne, yang menekankan prinsip "bekerjalah dengan setia, jujur dan dengar-dengaran" pada awal perkembangan pendidikan di Bukit Aitumeiri, Wondama.
Pihaknya kemudian menggunakan pendekatan tersebut dengan harapan akan melahirkan generasi muda Teluk Wondama yang berkualitas, kreatif, dan inovatif, serta memiliki kemampuan untuk bersaing dengan daerah lainnya di Indonesia.
“Kesetiaan dalam bekerja, kejujuran dalam bertindak, serta kerendahan hati untuk terus belajar dan berjalan bersama dalam mencapai tujuan,” ujarnya.
Ia mengatakan konsep pendidikan berbasis keluarga di Teluk Wondama saat ini masih dalam tahap kajian oleh tim pakar dari Universitas Papua (Unipa) dan nanti hasil kajian akan ditindaklanjuti dengan penyusunan peraturan daerah.
“Setelah kajian selesai, akan diformalkan dalam regulasi daerah sebagai acuan bersama,” ujar Bupati Teluk Wondama Elysa Auri.
Pewarta: Zack Tonu Bala/Fransiskus Salu WekingEditor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026