Manokwari, Papua Barat (ANTARA) - Perum Bulog Cabang Manokwari, Papua Barat, mengingatkan pihak transporter agar menjamin kualitas dan kuantitas bantuan pangan berupa beras maupun minyak goreng periode Februari-Maret 2026 yang disalurkan kepada 54.803 penerima di lima kabupaten.
Kepala Bulog Cabang Manokwari Sheika Irawaty di Manokwari, Senin, mengatakan PT Jasa Prima Logistik selaku transporter, bertanggung jawab mendistribusikan bantuan pangan hingga ke lokasi yang telah disepakati dalam kondisi layak konsumsi.
"Kalau beras basah, rusak, atau karungnya sobek, transporter harus ganti. Sama halnya dengan minyak goreng. Jumlahnya tidak boleh kurang, semua sesuai dengan kuota," tegas Irawaty.
Ia menyebut alokasi beras bantuan pangan untuk lima kabupaten di Papua Barat mencapai 1.096.060 kilogram atau meningkat 600.380 kilogram dibanding Oktober-November 2025, sama halnya minyak goreng juga meningkat dari 120.076 liter menjadi 219.212 liter.
Kabupaten Manokwari menerima 449.420 kilogram beras dan 89.884 liter minyak goreng. Teluk Bintuni 205.400 kilogram beras dan 41.080 liter minyak goreng. Pegunungan Arfak 186.820 kilogram beras dan 37.364 liter minyak goreng.
Selanjutnya, Kabupaten Teluk Wondama memperoleh alokasi 130.840 kilogram beras dan 26.168 liter minyak goreng.
Kabupaten Manokwari Selatan menerima pagu sebanyak 123.580 kilogram beras dan 24.716 liter minyak goreng.
"Tugas transporter itu mengangkut beras dan minyak goreng dari Gudang Bulog sampai ke lokasi yang sudah disepakati tanpa ada kekurangan," ujarnya.
Ia menyebut proses penyaluran bantuan pangan dimulai dari wilayah Manokwari sejak 14 April 2026 untuk keluarga penerima manfaat yang terdampak banjir, dan setelah itu empat kabupaten lainnya dengan target rampung pada pekan kedua Mei 2026.
Bulog juga akan memantau langsung proses pendistribusian bantuan pangan guna memastikan mutu beras maupun kualitas minyak goreng harus tetap sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh pemerintah.
"Saya pantau langsung sampai ke lokasi. Untuk beras semua sudah ready di gudang kami, kalau minyak goreng masih ada tiga kontainer dalam perjalanan dan Sabtu besok sudah tiba," katanya.
Koordinator PT Jasa Prima Logistik Verniar Arthur Patrick menyebut jumlah kendaraan yang digunakan dalam pendistribusian bantuan pangan untuk kabupaten kurang lebih sebanyak 30-an truk, namun diperkirakan akan meningkat karena kuotanya bertambah.
Distribusi bantuan pangan ke daerah yang menggunakan transportasi multimoda hanya Kabupaten Teluk Wondama, sedangkan Pegunungan Arfak menjadi wilayah dengan tingkat kesulitan geografis paling tinggi dan Teluk Bintuni soal keamanan.
"Ada banyak tantangan dan risiko dalam distribusi, tidak hanya faktor alam. Tapi apabila rusak, tercecer, atau lainnya, kami wajib ganti dengan yang baru. Apalagi tahun ini meningkat hampir 82 persen, mungkin kami akan tambah truk pengangkut," ujarnya.
Pewarta: Fransiskus Salu WekingEditor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.