Sorong (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sorong, Papua Barat Daya, melakukan evaluasi sekaligus mendorong optimalisasi pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di seluruh puskesmas guna meningkatkan kualitas layanan kesehatan kepada masyarakat.
Kepala Dinkes Kota Sorong, Jemima Elisabeth Lobat di Sorong, Selasa, mengatakan program CKG merupakan bagian dari pelayanan kesehatan nasional yang bertujuan meningkatkan deteksi dini penyakit serta memperluas akses layanan kesehatan.
Ia menjelaskan, sepanjang 2025 pelaksanaan CKG telah berjalan di 10 puskesmas yang tersebar di 10 distrik di Kota Sorong, dengan jumlah pendaftar mencapai 8.434 orang.
“Dari jumlah tersebut, sebanyak 7.350 warga hadir dan mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis,” ujarnya.
Menurut dia, capaian tersebut menunjukkan tingkat partisipasi masyarakat yang cukup tinggi dalam memanfaatkan layanan kesehatan gratis yang disediakan pemerintah.
Ia merinci, peserta program CKG berasal dari berbagai kelompok usia, yakni bayi sebanyak tujuh orang, anak 532 orang, siswa SD 1.288 orang, siswa SMP 700 orang, siswa SMA 199 orang, usia 18–29 tahun sebanyak 1.675 orang, usia 30–39 tahun 1.303 orang, usia 40–59 tahun 1.920 orang, serta lanjut usia sebanyak 810 orang.
Jemima mengatakan, melalui program ini berbagai potensi penyakit dapat dideteksi lebih dini di tingkat puskesmas sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan mencegah komplikasi yang lebih serius.
“Jika ditemukan kasus yang memerlukan penanganan lanjutan, maka akan dirujuk ke rumah sakit sesuai prosedur,” katanya.
Ia menambahkan, pelaksanaan program CKG juga didukung sistem pencatatan dan pelaporan berbasis aplikasi Satu Sehat yang terintegrasi secara nasional.
Namun demikian, kata dia, dalam implementasinya masih terdapat sejumlah kendala, terutama terkait pemahaman penggunaan aplikasi oleh petugas serta gangguan jaringan internet di beberapa puskesmas.
“Kami berharap aplikasi ini dapat lebih disederhanakan agar mudah dipahami petugas, serta didukung jaringan internet yang lebih stabil sehingga pelayanan bisa berjalan optimal,” ujarnya.
Menurut dia, program CKG memberikan dampak positif bagi masyarakat, antara lain meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan, menekan biaya pengobatan di masa depan melalui deteksi dini, serta membantu mengurangi beban pembiayaan pada sistem kesehatan nasional.
Selain itu, data yang dihimpun melalui program tersebut diharapkan dapat menjadi dasar dalam perencanaan dan evaluasi kebijakan kesehatan ke depan.
Dia mengatakan, untuk 2026, pihaknya menargetkan pelaksanaan CKG dapat lebih optimal dengan peningkatan jumlah peserta serta kualitas layanan di seluruh fasilitas kesehatan tingkat pertama.
“Kami berharap seluruh masyarakat semakin mengetahui dan memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang tersedia di puskesmas,” harapnya.
Pewarta: Yuvensius Lasa BanafanuEditor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026