Timika (ANTARA) - Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika, Papua Tengah setiap tahun menggelontorkan anggaran lebih dari Rp400 miliar untuk belanja pegawai baik Aparatur Sipil Negara (ASN), Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), hingga Pegawai Kontrak.

Kepala Dinas Pendidikan Mimika Antonius Welerubun di Timika, Jumat, mengatakan meskipun anggaran yang diterima Disdik Mimika cukup besar, dimana tahun ini mencapai lebih dari Rp700 miliar, namun porsi anggaran terbesar untuk membiayai belanja pegawai termasuk gaji guru-guru.

"Tahun ini kami mendapatkan alokasi anggaran sekitar Rp780 miliar lebih. Tapi dari jumlah itu, sebanyak Rp400 miliar lebih digunakan untuk belanja pegawai. Sedangkan untuk belanja modal termasuk untuk pembangunan sarana dan prasarana pendidikan jumlahnya jauh di bawah itu," kata Antonius.

Menyikapi kondisi itu, katanya, Disdik Mimika akan melakukan pembenahan, salah satunya yaitu melakukan penataan jumlah dan alokasi tenaga pendidik di sekolah-sekolah.

"Kami harus menyampaikan ini secara terbuka kepada masyarakat Mimika dan semua pemerhati pendidikan. Kami akan membenahi hal ini karena menurut kami porsinya tidak berimbang," ujarnya.

Ke depan, katanya, Disdik Mimika akan memberikan perhatian dan dukungan secara adil untuk semua lembaga pengelola pendidikan di wilayah itu, baik sekolah milik pemerintah (sekolah negeri dan inpres) maupun sekolah swasta.

Menurut dia, tidak ada lagi dikotomi atau perbedaan perhatian bagi sekolah-sekolah di Mimika lantaran semua sekolah yang ada berkontribusi langsung dalam upaya mendidik dan mencerdaskan anak bangsa.

"Semua sekolah akan kami perhatikan dan dukung, baik sekolah negeri maupun swasta. Kami sudah punya data pokok pendidikan (Dapodik) dari semua sekolah yang berada di bawah naungan Dinas Pendidikan Mimika," jelasnya.

Salah satu hal yang segera dilakukan evaluasi dalam waktu dekat oleh Disdik Mimika, kata Antonius, yaitu menyangkut penempatan tenaga pendidik di seluruh sekolah baik di wilayah perkotaan, pinggiran kota, pesisir, maupun pegunungan.

Dari hasil kunjungan ke beberapa sekolah dalam wilayah Kota Timika, menurut Antonius, ditemukan adanya penumpukan tenaga guru. Sementara masih banyak sekolah di wilayah pesisir dan pegunungan yang masih kekurangan tenaga guru sehingga menghambat proses pembelajaran.

"Kami akan mendistribusikan guru-guru secara merata sesuai dengan analisis kebutuhan yang ada. Ini juga sejalan dengan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Mimika yakni membangun dari kampung/desa ke kota. Sekolah-sekolah di wilayah pegunungan dan pesisir harus jalan," ujarnya.

Berdasarkan data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), jumlah pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) di Mimika hingga April 2026 sebanyak 4.626 orang baik berstatus PNS, PPPK, maupun Guru Kontrak yang tersebar pada seluruh satuan pendidikan mulai dari TK hingga SLTA (SMA dan SMK).

Khusus di wilayah Papua, pengelolaan pendidikan SMA-SMK kini diserahkan kepada pemerintah kabupaten/kota dan tidak lagi berada di bawah kendali pemerintah provinsi sejak 2025.
 



Pewarta: Marselinus Nara
Editor : Evarianus Supar

COPYRIGHT © ANTARA 2026