Nabire (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah terus berupaya meningkatkan mutu pendidikan berbasis keagamaan sebagai bagian dari upaya membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul, berintegritas, dan berdaya saing.
Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Setda Papua Tengah Marthen Ukago di Nabire, Jumat, mengatakan sebagai daerah otonomi baru, Papua Tengah membutuhkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kekuatan moral dan spiritual.
“Lembaga pendidikan keagamaan dan teologi memiliki peran penting dalam membentuk pemimpin masa depan Papua yang mampu membawa perubahan positif bagi masyarakat,” ujarnya saat mewakili Gubernur Papua Tengah meresmikan perpustakaan Sekolah Tinggi Teologi (STT) Walter Post Nabire.
Ia menjelaskan salah satu upaya peningkatan mutu dengan membantu fasilitas pendidikan, seperti perpustakaan sebagai pusat ilmu pengetahuan, sumber inspirasi, serta ruang pembentukan karakter mahasiswa.
Menurut dia, pembangunan gedung perpustakaan di STT Walter Post Nabire diharapkan menjadi sarana strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya dalam pembinaan SDM yang beriman, berilmu, dan berintegritas.
Pemprov Papua Tengah berharap keberadaan fasilitas pendidikan tersebut dapat mendorong semangat belajar, penelitian, serta pengembangan ilmu pengetahuan guna mendukung pembangunan manusia di wilayah tersebut.
“Di sinilah peran strategis lembaga pendidikan teologi untuk membentuk manusia Papua yang tidak hanya pintar, tetapi juga memiliki nilai moral dan spiritual yang kokoh,” katanya.
Ia menambahkan Pemprov Papua Tengah memberikan apresiasi kepada pimpinan dan sivitas akademika STT Walter Post atas inisiatif menghadirkan fasilitas perpustakaan tersebut.
“Pemerintah akan terus mendukung peningkatan kualitas pendidikan di seluruh wilayah, termasuk pendidikan berbasis keagamaan, serta membuka ruang kolaborasi dengan berbagai lembaga pendidikan,” ujarnya.
Sementara Ketua STT Walter Post Nabire Pdt. Marthen Douw mengatakan pihaknya memperoleh bantuan sebesar Rp500 juta dari Pemprov Papua Tengah pada 2025 untuk pembangunan gedung perpustakaan tersebut.
Menurut dia, perpustakaan memiliki peran penting dalam pengembangan kampus dan pemberdayaan mahasiswa, baik sebagai tempat belajar maupun pusat penelitian, khususnya terkait teologi dan persoalan sosial kemasyarakatan di Papua.
“Kami berharap fasilitas ini dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung proses pembelajaran dan penelitian mahasiswa,” katanya.
Pewarta: Ali Nur IchsanEditor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.