Manokwari (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Papua Barat menyebut bahwa Menteri Perdagangan RI (Mendag) Budi Santoso telah menyetujui usulan pembangunan tiga pasar sentral yang berlokasi di Kabupaten Manokwari, Manokwari Selatan, dan Teluk Wondama.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Papua Barat Bondan Santoso di Manokwari, Jumat, mengatakan seluruh anggaran pembangunan tiga pasar tersebut bersumber dari DIPA Kementerian Perdagangan.
“Anggaran bangun pasar berasal dari APBN dengan estimasi maksimal masing-masing pasar Rp12 miliar, tidak boleh lebih,” kata Bondan.
Dirinya telah berkoordinasi dengan Disperindag tiga kabupaten yang dimaksud untuk mempercepat proses penginputan dokumen rencana anggaran biaya dan seluruh persyaratan melalui sistem elektronik kementerian.
Adapun persyaratan yang diminta kementerian, antara lain, data pedagang pasar, sertifikat tanah dan surat pelepasan adat, serta jumlah penduduk di masing-masing wilayah guna mengukur tingkat kebutuhan sekaligus penentuan alokasi anggaran.
“Saat ini sudah dalam proses penginputan dan saya terus memantau progresnya. Pembangunan bisa dalam tahun ini atau tahun depan. Semua tergantung kementerian,” ucap Bondan.
Pemerintah daerah, kata dia, memprioritaskan lokasi pasar lama untuk dilakukan pembangunan gedung yang baru dengan pertimbangan beberapa aspek, meliputi lokasi strategis untuk kegiatan perdagangan, aman, dan nyaman.
Pemerintah daerah juga akan melakukan sosialisasi dan edukasi sebelum proyek pembangunan pasar sentral dimulai, sehingga pemanfaatannya lebih maksimal dalam menunjang pertumbuhan perekonomian daerah.
“Seperti Pasar Iriati Teluk Wondama, Pasar Ransiki Manokwari Selatan dan Pasar Aimasi Manokwari. Tapi bukan revitalisasi, ini bangun baru semua infrastrukturnya,” ucap Bondan.
Pewarta: Fransiskus Salu WekingEditor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026