Sorong (ANTARA) - Tim Penggerak PKK Kota Sorong, Papua Barat Daya, menggandeng Dinas Kesehatan setempat melibatkan masyarakat dan aparatur sipil negara (ASN) dalam kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis guna meningkatkan derajat kesehatan warga di daerah itu.

Ketua Tim Penggerak PKK Kota Sorong, Jemima Elisabeth Lobat di Sorong, Jumat, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program kerja PKK tahun 2026, khususnya pada kelompok kerja (pokja) yang membidangi kesehatan.

“Melalui kegiatan ini kami ingin mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini, karena pencegahan lebih baik daripada pengobatan,” ujarnya.

Kegiatan yang dirangkaikan dengan senam pagi bersama itu menghadirkan layanan pemeriksaan kesehatan umum, termasuk skrining penyakit dalam dan pemeriksaan jantung bagi peserta.

Ia menjelaskan, pelaksanaan kegiatan melibatkan dua puskesmas, yakni Puskesmas Remu dan Puskesmas Sorong, dengan menghadirkan tenaga medis seperti dokter umum, perawat, serta petugas kesehatan lainnya.

Selain itu, panitia juga menghadirkan dokter spesialis jantung dan spesialis penyakit dalam dari Rumah Sakit Sele Be Solu guna memberikan layanan pemeriksaan lanjutan bagi peserta yang membutuhkan.

"Selain itu kita melibatkan berbagai pihak, antara lain Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Sorong, serta TP PKK tingkat distrik dan kelurahan sebagai upaya memperluas jangkauan pelayanan kesehatan kepada masyarakat," bebernya.

Menurut Jemima, kegiatan ini tidak hanya diperuntukkan bagi ASN di lingkungan Pemerintah Kota Sorong, tetapi juga terbuka bagi masyarakat umum yang ingin memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan secara gratis.

Ia menambahkan, apabila dalam proses pemeriksaan ditemukan peserta dengan indikasi penyakit serius atau komplikasi, maka akan segera dirujuk ke fasilitas layanan kesehatan lanjutan, seperti rumah sakit, untuk penanganan lebih intensif.

“Melalui kolaborasi ini, kami berharap masyarakat semakin sadar pentingnya deteksi dini sehingga dapat mencegah risiko penyakit yang lebih berat,” katanya.

Dia mengatakan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari implementasi 10 program pokok PKK, khususnya pada aspek kesehatan keluarga, yang bertujuan menciptakan masyarakat yang sehat, produktif, dan mandiri.



Pewarta: Yuvensius Lasa Banafanu
Editor : Evarianus Supar

COPYRIGHT © ANTARA 2026