Nabire, Papua Tengah (ANTARA) - PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) memberikan diskon tarif kontainer sebesar 20 persen pada dua kapal yang  melayani rute Nabire, Papua Tengah, guna mendukung kelancaran distribusi barang setelah Lebaran 2026.

Kepala Pelni Cabang Nabire Robby Munardi di Nabire, Jumat, mengatakan potongan tarif tersebut berlaku untuk KM Gunung Dempo dan KM Dorolonda.

“Warga atau pelaku usaha di Nabire dapat memanfaatkan diskon untuk mengirim sebanyak-banyaknya baik barang masuk maupun keluar Nabire,” ujarnya.

Ia menjelaskan program diskon berlaku untuk reservasi mulai 27 Maret hingga 30 April 2026 dan tidak terikat pada tanggal keberangkatan kapal.

Diskon diberikan sebesar 20 persen dari tarif dasar kontainer, sementara biaya bongkar muat tetap mengikuti tarif normal di masing-masing pelabuhan.

Menurut Robby, kebijakan ini diharapkan dapat membantu pelaku usaha, khususnya perusahaan komoditas di Nabire, dalam menekan biaya logistik terutama setelah lebaran.

Rute KM Dorolonda melayani wilayah utara dengan trayek Surabaya–Balikpapan–Pantoloan–Bitung–Ternate–Ambon–Sorong–Manokwari–Nabire–Serui–Jayapura (PP).

Sedangkan KM Gunung Dempo melayani wilayah tengah dan barat dengan rute Jakarta–Surabaya–Makassar–Sorong–Manokwari–Nabire–Jayapura (PP).

Ia menyebutkan, KM Gunung Dempo memiliki kapasitas hingga 90 kontainer, sedangkan KM Dorolonda sekitar 22 kontainer.

Namun selama ini, rata-rata muatan kontainer dari dan ke Nabire masih rendah, hanya berkisar dua hingga lima kontainer per perjalanan.

“Gunung Dempo bisa mengangkut lebih banyak kontainer dibanding kapal lainnya,” ujarnya.

Ia berharap pemberlakuan diskon kontainer tersebut dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di Nabire dan memperlancar distribusi logistik.

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan Pelni Ditto Pappilanda mengatakan program diskon ini berlaku secara nasional untuk muatan dry container dan reefer container pada lima kapal, yakni KM Dobonsolo, KM Ciremai, KM Gunung Dempo, KM Dorolonda dan KM Sinabung.

“Program diskon tarif 20 persen ini merupakan langkah strategis kami untuk menjaga stabilitas kinerja angkutan barang, khususnya pada periode low season setelah Angkutan Lebaran 2026,” kata Ditto.

Ia menambahkan program ini tidak berlaku untuk pengiriman kontainer kosong dan ditargetkan dapat meningkatkan load factor muatan kontainer hingga minimal 70 persen.

Pelni berharap kebijakan tersebut dapat mendorong peningkatan volume muatan serta memperlancar distribusi logistik nasional, termasuk di wilayah tertinggal, terdepan dan terluar (3T).

 



Pewarta: Ali Nur Ichsan
Editor : Evarianus Supar

COPYRIGHT © ANTARA 2026