Wasior (ANTARA) - Tiga kampung di Kabupaten Teluk Wondama, Provinsi Papua Barat, yaitu Sasirei, Iriati, dan Sobey Indah ditetapkan sebagai proyek percontohan pengelolaan data desa melalui program Desa Cinta Statistik (Cantik) tahun 2026.
Plh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Teluk Wondama Pandu Elkana Setyawan di Rasiei, Jumat, mengatakan program tersebut bertujuan meningkatkan literasi statistik serta peran aktif aparatur kampung dan masyarakat dalam pengelolaan data.
“Program Cantik akan memperkuat kemandirian desa dalam mengelola data pembangunan yang akurat dan terintegrasi,” kata Pandu.
Ia menyebut bahwa program tersebut sejalan dengan kebijakan Satu Data Indonesia, yakni menghadirkan data yang akurat, mutakhir, terpadu, dan dapat dipertanggungjawabkan untuk mendukung perencanaan pembangunan.
Program itu menempatkan kampung atau desa tidak hanya menjadi objek pendataan, melainkan subjek yang mampu mengumpulkan, mengolah, sekaligus memanfaatkan data secara mandiri sesuai dengan potensi wilayah masing-masing.
“Tiga kampung yang berstatus Desa Cantik akan mendapat pendampingan teknis dari BPS, termasuk penguatan sistem pengelolaan data agar lebih terstruktur dan berkelanjutan,” ujarnya.
Wakil Bupati Teluk Wondama Anthonius Alex Marani berharap pendampingan langsung dari BPS berdampak positif terhadap peningkatan kualitas perencanaan pembangunan kampung untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
Pemerintah daerah agar program Desa Cantik dapat direplikasikan ke seluruh wilayah di Kabupaten Teluk Wondama, sehingga pengelolaan data berbasis kampung dapat dilakukan secara merata, terintegrasi, dan berkelanjutan.
“Dengan data yang baik, perencanaan pembangunan akan lebih terarah dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” ujar Anthonius.
Sebelumnya, Kampung Sasirei mewakili Kabupaten Teluk Wondama dan berhasil meraih predikat terbaik Desa CANTIK tingkat Provinsi Papua Barat pada 2025.
Pewarta: Zack Tonu BallaEditor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026