Nabire (ANTARA) - Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Nabire menunggu hasil investigasi dari Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat terkait gangguan kesehatan tujuh siswa SD Inpres Oyehe yang mengalami gatal-gatal usai mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) pada 16 April 2026.
Koordinator Wilayah BGN Nabire Marsel Asyerem di Nabire, Jumat, mengatakan hingga kini belum dapat dipastikan apakah gejala yang dialami siswa berkaitan dengan MBG atau disebabkan faktor lain seperti alergi.
“Kasus ini belum terkonfirmasi apakah disebabkan MBG atau alergi, Dinkes masih melakukan investigasi terhadap pasien,” ujarnya.
Ia menjelaskan, apabila hasil investigasi menemukan keterkaitan dengan MBG, maka akan dilakukan pemeriksaan lanjutan termasuk uji sampel laboratorium terhadap makanan yang dikonsumsi siswa.
“Namun jika hasilnya menunjukkan alergi, seperti alergi cuaca, maka kasus ini kita tutup karena tidak berhubungan dengan MBG,” katanya.
Menurut dia, MBG untuk SD Inpres Oyehe disuplai oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) 001 Kalisusu yang melayani 10 sekolah dengan total 2.278 penerima manfaat, termasuk siswa, guru, serta ibu hamil, ibu menyusui dan balita.
Khusus di SD Inpres Oyehe, jumlah penerima manfaat mencapai 505 orang, namun hanya tujuh siswa yang dilaporkan mengalami gejala gatal-gatal.
“Sebanyak 90 persen penerima manfaat lainnya tidak mengalami gangguan kesehatan,” ujarnya.
Ia menambahkan, berdasarkan pemeriksaan awal tenaga medis, gejala yang dialami siswa diduga merupakan reaksi alergi seperti biduran.
“Setelah mendapatkan perawatan selama 3-4 jam dan diberikan vitamin, sebagian siswa sudah dipulangkan dan hari ini sudah kembali bersekolah,” katanya.
Anggota Satgas MBG Nabire Elisabeth Dimara mengatakan tim surveilans Dinkes telah melakukan pemeriksaan di Klinik Alfa Benedict, tempat para siswa dirawat.
Dari hasil pendataan, tujuh siswa terdiri atas enam siswa kelas 6 dan satu siswa kelas 2. Tiga siswa sempat menjalani perawatan dan telah dipulangkan, sementara empat lainnya menjalani rawat jalan.
“Hasil wawancara menunjukkan enam siswa mengalami gatal-gatal disertai bintik merah pada kulit, sedangkan satu siswa mengalami pusing dan mual,” ujarnya.
Ia menambahkan, Dinkes masih melakukan pelacakan terhadap alamat para siswa untuk kepentingan penyelidikan epidemiologi, sementara sampel makanan masih disimpan di SPPG 001 Kalisusu untuk keperluan uji lanjutan.
Pewarta: Ali Nur IchsanEditor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026