Timika (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Mimika, Papua Tengah, mendorong percepatan eliminasi malaria di wilayah setempat melalui penguatan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya kepatuhan minum obat hingga tuntas.
Bupati Mimika Johannes Rettob di Timika, Jumat mengatakan masih banyak warga Mimika yang tidak patuh minum obat malaria ketika mengalami sakit.
“Kalau minum obat tidak tuntas maka akan kambuh lagi. Untuk itu kami mengimbau kepada seluruh masyarakat wajib minum obat hingga tuntas,” ujarnya.
Ia menyebut kasus malaria di Mimika saat ini masih tergolong tinggi, sehingga penanganan yang serius terus dilakukan.
“Kami terus melakukan perbaikan dan sinkronisasi data kasus malaria di Mimika,” ujarnya.
Pemerintah Mimika menargetkan eliminasi malaria di wilayah setempat pada 2030. Upaya eliminasi juga terus dilakukan oleh Pemerintah Mimika seperti membina kader-kader agar menjadi garda terdepan memberikan edukasi kepada masyarakat.
“Kami juga sudah mengeluarkan surat edaran kepada masyarakat untuk penggunaan kelambu, pembagian kelambu sudah kami lakukan. Pemeriksaan cepat malaria juga sudah. Banyak hal yang telah dilakukan dalam upaya eliminasi malaria, namun kembali kepada kesadaran masyarakat,” katanya.
Selain mengedukasi masyarakat, pemerintah juga berkomitmen untuk melaksanakan pembangunan dan perbaikan infrastruktur seperti drainase sehingga tidak menyebabkan penyumbatan dan menimbulkan genangan air yang menjadi tempat berkembang biak nyamuk malaria.
“Tugas kami adalah bagaimana membuat infrastruktur menjadi lebih baik sehingga saluran drainase tidak tersumbat dan menimbulkan genangan air. Tahun ini kami mulai melakukannya,” ujarnya.
Ia menyebut upaya eliminasi malaria di Mimika juga membutuhkan dukungan dan partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan di lingkungan tempat tinggal masing- masing.
Pewarta: Marselinus NaraEditor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.