Sorong (ANTARA) - Ketua Satuan Tugas program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang juga menjabat Wakil Gubernur Provinsi Papua Barat Daya (PBD) Ahmad Nausrau menyebut Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sawagumu di Kota Sorong ditutup sementara setelah temuan ulat pada menu makanan yang diterima siswa.

Ahmad Nausrau di Sorong, Sabtu, mengatakan penutupan SPPG itu menindaklanjuti laporan dari pihak sekolah soal temuan adanya ulat pada salah satu paket makanan siswa di salah satu sekolah.

“SPPG tersebut ditutup sementara sejak Kamis (24/4) untuk dilakukan evaluasi dan pembenahan fasilitas hingga memenuhi standar kebersihan,” kata Ahmad Nausrau.

Wagub mengatakan peristiwa tersebut bermula dari laporan pihak sekolah soal temuan ulat pada menu ikan yang diterima seorang siswa. Kasus tersebut kemudian beredar luas pada media sosial.

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim yang terdiri dari Kepala SPPG, ahli gizi, akuntan, serta unsur pengawasan langsung melakukan pengecekan ke sekolah dan berkoordinasi dengan dewan guru.

"Berdasarkan hasil penelusuran, ulat hanya ditemukan pada satu ompreng milik siswa bernama Rahmatia selama dua hari berturut-turut, yakni Selasa (22/4) dan Rabu (23/4)," bebernya.

Pada hari pertama, siswa tersebut mendapatkan menu makanan berupa ikan goreng, sementara pada hari kedua menunya yaitu ikan kuah kuning.

Untuk memastikan kondisi tersebut, tim juga melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap sisa makanan di SPPG Sawagumu, serta pada sejumlah ompreng di dua sekolah berbeda.

“Hasil pemeriksaan tidak menemukan adanya ulat pada makanan lain tapi kondisi kebersihan lingkungan SPPG yang masih perlu ditingkatkan, antara lain adanya banyak lalat di area pengolahan makanan," ujarnya.

Selain itu, Dinas Kesehatan Kota Sorong turut melakukan pemeriksaan sampel makanan dan fasilitas SPPG Sawagumu pada Kamis (23/4) guna memastikan standar keamanan pangan.

Ahmad Nausrau mengatakan kejadian tersebut telah dilaporkan kepada Direktorat Pemantauan dan Pengawasan (Dirtauwas) wilayah III, yang kemudian merekomendasikan penutupan sementara SPPG untuk dilakukan evaluasi menyeluruh.

Ia memastikan pemerintah daerah akan tetap memperketat pengawasan untuk menjaga kualitas dan keamanan program MBG.

“Kami minta seluruh pengelola SPPG meningkatkan standar kebersihan dan pengawasan distribusi makanan agar benar-benar aman dikonsumsi siswa,” ujarnya.



Pewarta: Yuvensius Lasa Banafanu
Editor : Evarianus Supar

COPYRIGHT © ANTARA 2026