Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP) terus memperkuat komitmennya dalam mencetak generasi unggul melalui penguatan karakter, kemandirian, dan kepemimpinan siswa secara terintegrasi dalam kurikulum dan kehidupan sehari-hari di asrama.
Momentum Hari Kartini dimanfaatkan SATP untuk menegaskan kembali pentingnya kesetaraan gender dan penghargaan terhadap perempuan dalam dunia pendidikan.
Dalam peringatan Hari Kartini, SATP juga menggelar upacara bendera dan berbagai kegiatan edukatif yang menanamkan nilai penghargaan terhadap perempuan serta pentingnya kesetaraan.
Kepala SATP, Sonianto Kuddi, saat ditemui pada peringatan Hari Kartini, Selasa (21/4), menjelaskan bahwa sekolah tersebut menjadi wadah pembinaan bagi anak-anak asli Papua dari berbagai suku, dengan fokus pada peningkatan kemampuan akademik sekaligus pembentukan karakter.
“Pembentukan kemandirian dan kepemimpinan dilakukan melalui berbagai program, mulai dari kurikulum hingga kebiasaan harian siswa,” ujarnya.
Pada kelas awal, SATP menerapkan pendekatan Montessori yang mendorong siswa belajar mandiri melalui aktivitas menggunakan alat peraga (aparatus). Siswa diberi kebebasan menentukan kegiatan belajar sesuai tujuan pembelajaran, sehingga melatih tanggung jawab dan kemandirian sejak dini.
Selain itu, pembentukan disiplin dan kepemimpinan dilakukan melalui rutinitas harian seperti apel pagi, baris-berbaris dari asrama ke sekolah, serta kegiatan tampil di depan umum menggunakan bahasa Inggris untuk meningkatkan rasa percaya diri.
Pewarta: Merlin MareEditor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026