Nabire (ANTARA) - Kepolisian Daerah Papua Tengah mengoptimalkan peran tugas sebanyak 4.000 personel untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah itu agar tetap kondusif menghadapi berbagai potensi konflik yang kerap terjadi.
Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol Jermias Rontini di Nabire, Kamis, mengatakan jumlah personel yang bertugas di Polda Papua Tengah belum memadai, mengingat Polda tersebut baru terbentuk dua tahun sejak 2024.
“Jumlah personel kita saat ini sekitar 4.000 orang, termasuk jajaran polres. Dengan kekuatan seperti itu, kami tetap berupaya maksimal menjaga situasi kamtibmas agar tetap kondusif,” kata Rontini.
Menurut dia, secara ideal rasio pelayanan kepolisian yaitu satu personel menangani sekitar 200 warga. Namun dengan jumlah personel yang terbatas, saat ini satu personel di Polda Papua Tengah harus menangani sekitar 900 hingga 1.000 orang.
Karena kondisi tersebut, katanya, Polda Papua Tengah masih membutuhkan penambahan personel masih cukup besar terutama karena jangkauan wilayah yang sangat luas serta kompleksitas persoalan keamanan pada delapan kabupaten yang cukup tinggi.
“Kalau idealnya kita membutuhkan sekitar 16.000 personel. Kondisi saat ini masih jauh dari kebutuhan itu. Karena itu perlu terobosan kreatif dan sinergi dengan pemerintah daerah serta pemangku kepentingan lainnya untuk menjaga wilayah Papua Tengah tetap aman dan kondusif,” katanya.
Kapolda juga menyebut wilayah Papua Tengah dikenal dengan konflik antarkelompok masyarakat yang cukup tinggi.
Demi menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif, kata Rontini, kepolisian tidak dapat bekerja sendiri namun membutuhkan dukungan dari semua pihak, termasuk pemerintah daerah, DPRD, dan Majelis Rakyat Papua (MRP).
“Kita harus bersatu seperti sapu lidi. Kalau sendiri-sendiri sulit menyelesaikan persoalan, tetapi kalau bersama-sama, kita bisa meredam konflik dan menciptakan keamanan,” ujarnya.
Selain fokus pada penanganan konflik, Polda Papua Tengah juga berkomitmen mendukung program pemerintah daerah, terutama dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Sebab stabilitas keamanan menjadi kunci utama agar program pembangunan dapat berjalan dengan baik.
“Kami ingin menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif agar seluruh program pembangunan Papua Tengah bisa terlaksana,” ujar mantan Kapolres Mimika itu.
Polda Papua Tengah telah mengusulkan pembangunan Markas Polda Papua Tengah guna meningkatkan kinerja pelayanan kepada masyarakat.
“Kalau markas sudah berdiri, anggota bisa bekerja lebih nyaman dan pelayanan kepada masyarakat bisa lebih maksimal,” kata Brigjen Rontini.
Pewarta: Ali Nur IchsanEditor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.