Manokwari (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat memulai tahapan awal pembangunan SMA Taruna Kasuari Nusantara mencakup ruang kelas, asrama, dan sarana pendukung lainnya dengan membuka lelang jasa perencanaan.

Kepala Dinas Pendidikan Papua Barat Barnabas Dowansiba di Manokwari, Kamis, mengatakan proses tender dilakukan untuk menentukan konsultan yang menyusun dokumen teknis pembangunan sekolah berpola asrama.

"Lelang perencanaan sudah dibuka dengan anggaran Rp1 miliar lebih," kata dia.

Dia menjelaskan dokumen hasil perencanaan tersebut akan menjadi dasar pelaksanaan lelang konstruksi, yakni proses pemilihan kontraktor untuk pembangunan fisik gedung yang ditargetkan mulai pertengahan 2026.

Pemerintah provinsi juga telah menyiapkan anggaran kurang lebih Rp12 miliar dialokasikan untuk pembangunan gedung asrama dengan estimasi biaya mencapai Rp7 miliar dan ruang kelas Rp5 miliar.

"Anggaran sudah siap. Tinggal tunggu lelang perencanaan rampung, dilanjutkan dengan tender konstruksi. Kami target Juni 2026 fisik gedung dibangun," ucap dia.

Dia menerangkan luas lahan SMA Taruna Kasuari Nusantara di Distrik Warmare, Kabupaten Manokwari, mencapai 20 hektare dan sebagian besar nilai pembayaran hak ulayat sudah direalisasikan oleh pemerintah provinsi.

SMA Taruna Kasuari Nusantara salah satu sekolah unggulan di Papua Barat yang beroperasi sejak 8 Juli 2021, namun masih menggunakan fasilitas sementara milik pemerintah daerah, yaitu balai latihan kerja (BLK).

"Pembangunan fisik sekolah maupun fasilitas pendukung yang baru, daya tampungnya bisa lebih 1.000 siswa," ujarnya.



Pewarta: Fransiskus Salu Weking
Editor : Evarianus Supar

COPYRIGHT © ANTARA 2026