Sorong (ANTARA) - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Sorong, Papua Barat Daya, menyebut kuota afirmasi pendidikan melalui program Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) pada tahun 2026 mencapai 100 orang untuk melanjutkan studi ke luar daerah.

Kepala Disdikbud Kota Sorong Yuli Kirihio di Sorong, Jumat, mengatakan kuota tersebut merupakan alokasi awal yang diberikan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Sorong, dengan kemungkinan adanya penambahan yang masih menunggu kebijakan lanjutan dari pemerintah pusat maupun provinsi.

“Untuk tahun ini kita diberikan kuota awal sebanyak 100 siswa. Apakah nanti ada penambahan atau tidak, kami masih menunggu informasi selanjutnya,” kata Yuli.

Ia menjelaskan program afirmasi tersebut diprioritaskan bagi Orang Asli Papua (OAP) dengan porsi sekitar 80 persen, sementara 20 persen sisanya diperuntukkan bagi siswa non-OAP yang memiliki prestasi akademik maupun nonakademik.

“Kita tidak bisa mengatakan 100 persen untuk OAP, karena di dalamnya juga ada anak-anak berprestasi yang perlu diberikan kesempatan. Namun porsi yang sudah ditetapkan sekitar 80 persen untuk OAP dan 20 persen lainnya untuk umum,” katanya.

Selain Program ADik, Disdikbud Kota Sorong mencatat kuota Afirmasi Pendidikan Menengah (ADem) tahun ini sebanyak 15 siswa yang akan melanjutkan pendidikan jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) ke luar daerah.

Menurut Yuli, saat ini proses seleksi masih berlangsung dan hasilnya diperkirakan diumumkan dalam waktu dekat, kemungkinan pada bulan mendatang setelah seluruh tahapan administrasi dan verifikasi selesai dilakukan.

Dalam upaya meningkatkan partisipasi dan animo masyarakat, Disdikbud Kota Sorong terus menggencarkan sosialisasi kepada sekolah-sekolah serta orang tua siswa terkait manfaat dan mekanisme program afirmasi tersebut.

“Kami sudah menyampaikan kepada sekolah-sekolah untuk diteruskan kepada orang tua siswa, sehingga mereka memahami proses seleksi, persyaratan, hingga tahapan pemberangkatan,” ujarnya.

Ia menambahkan sosialisasi tersebut penting agar masyarakat mengetahui peluang yang tersedia, sekaligus mendorong lebih banyak siswa berprestasi untuk ikut berpartisipasi dalam program afirmasi pendidikan.

Menurutnya, peran orang tua juga sangat penting dalam mendukung kesiapan siswa, terutama bagi mereka yang akan melanjutkan pendidikan ke luar daerah, baik dari sisi mental, kemandirian, maupun kesiapan beradaptasi di lingkungan baru.

Yuli mengatakan jumlah peserta yang diberangkatkan setiap tahun relatif tidak jauh berbeda. Pada tahun sebelumnya sekitar 15 siswa diberangkatkan melalui program afirmasi pendidikan menengah untuk melanjutkan pendidikan di luar daerah.

“Biasanya tidak jauh berbeda setiap tahun. Untuk tahun ini kita masih menunggu hasil akhir seleksi,” katanya.

Dia berharap program afirmasi pendidikan tersebut dapat membuka akses yang lebih luas bagi siswa di Kota Sorong, khususnya OAP, untuk memperoleh pendidikan yang lebih baik serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah itu.



Pewarta: Yuvensius Lasa Banafanu
Editor : Evarianus Supar

COPYRIGHT © ANTARA 2026