Nabire (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Nabire terus mengoptimalkan pendidikan vokasi untuk melahirkan sumber daya manusia (SDM) kesehatan yang siap pakai, seiring kebutuhan tenaga kesehatan yang terus meningkat di daerah tersebut.
Pengawas Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire Lukmanul Hakim Kafara di Nabire, Rabu, mengatakan pendidikan vokasi melalui sekolah menengah kejuruan (SMK) kesehatan menjadi salah satu strategi dalam menyiapkan tenaga kerja terampil di sektor kesehatan.
“Sesuai Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional, lulusan SMK memang dipersiapkan untuk siap bekerja, meski tetap memiliki peluang untuk melanjutkan studi,” ujarnya saat pembacaan sumpah janji lulusan SMKS Macida Nabire.
Ia menjelaskan, lulusan SMK kesehatan diharapkan mampu langsung memanfaatkan ilmu yang diperoleh selama pendidikan untuk berkarya di bidang kesehatan, baik sebagai tenaga kerja maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.
Untuk itu Pemkab Nabire terus mengoptimalkan sekolah-sekolah vokasi agar mampu mencetak SDM para pelajar di Nabire.
Sekretaris Dinas Kesehatan Nabire Elisabeth Dimara menekankan bahwa lulusan SMK kesehatan harus memiliki integritas, disiplin, dan profesionalisme dalam menjalankan tugas.
Sebagai lulusan vokasi para pelajar diharapkan memiliki ketrampilan praktis yang mampu menjadi tenaga yang kompeten dan berdaya saing, serta menjunjung tinggi etika sesuai sumpah yang telah diikrarkan.
Ia juga mengingatkan pentingnya adaptasi terhadap perkembangan teknologi serta dorongan untuk terus meningkatkan kapasitas diri, termasuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.
Menurut dia, keberadaan lulusan SMK kesehatan sangat penting sebagai generasi penerus tenaga kesehatan di Nabire, terutama di tengah banyaknya tenaga kesehatan yang memasuki masa pensiun.
“Ini menjadi kebanggaan karena banyak lulusan merupakan anak-anak asli Papua. Kami harap mereka terus berkembang dan berkontribusi bagi daerah,” ujarnya.
Kepala SMKS Kesehatan Macida Nabire Nur Alam Abdullah mengatakan sejak berdiri pada 2013, sekolah tersebut telah meluluskan sekitar 775 tenaga kesehatan tingkat menengah.
“Lulusan kami ada yang bekerja, mengabdi, dan juga melanjutkan pendidikan. Tahun ini sebanyak 28 siswa lulus dari 32 peserta didik,” katanya.
Ia menambahkan, lulusan SMK kesehatan wajib mengikuti pengambilan sumpah profesi karena telah dibekali pengetahuan terkait rahasia kedokteran selama masa pendidikan.
“Pengambilan sumpah ini penting sebagai komitmen moral, karena mereka sudah mengetahui rahasia kedokteran yang hanya boleh digunakan dalam praktik layanan kesehatan sesuai aturan,” ujarnya.
Pewarta: Ali Nur IchsanEditor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026