Nabire (ANTARA) - Kepolisian Sektor Nabire Barat, Nabire, Papua Tengah mengamankan 18 warga yang terlibat aksi pemalangan proyek pembangunan Kantor Sentra Pemerintahan Provinsi Papua Tengah di Kampung Wanggar Makmur, Distrik Wanggar, Selasa (5/5/2026).
Kapolsek Nabire Barat Iptu Adam Mahardika di Nabire, Rabu, mengatakan pihaknya melakukan respons cepat aksi keributan dan pemalangan pekerjaan proyek tersebut untuk memastikan aktivitas pekerjaan tetap berjalan aman dan kondusif.
"Personel gabungan yang dikerahkan ke lokasi kejadian yaitu dari anggota Polsek Nabire Barat, Pos Wanggar, serta satu regu Dalmas Polres Nabire di bawah pimpinan Kasat Samapta Iptu Wido Purwanto," jelasnya.
Kasus keributan dan pemalangan di lokasi pembangunan Kantor Puspem Papua Tengah itu diketahui dipimpin oleh seorang warga bernama Yuli Mote (23) bersama sekitar 16 orang lainnya.
Mereka menuntut pelaksana proyek yaitu PT KSO PP ABC menerima tambahan tenaga kerja sekitar 20 orang dengan upah Rp300.000 per hari.
Menanggapi hal tersebut, aparat kepolisian melakukan langkah persuasif dengan mengamankan lokasi, serta berkoordinasi dengan pihak terkait guna meredam situasi.
Sebanyak 18 orang yang terlibat dalam aksi tersebut kemudian diamankan dan dibawa ke Mako Polres Nabire untuk dilakukan pembinaan serta penanganan lebih lanjut.
Adam Mahardika memastikan dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa maupun kerugian materiil. Setelah dilakukan penanganan persuasif, situasi di lokasi kembali kondusif dan aktivitas proyek dapat dilanjutkan.
“Penanganan ini merupakan bentuk sinergi Polri dalam menjaga stabilitas keamanan, khususnya pada proyek strategis pemerintah daerah, sehingga pelaksanaan pembangunan dapat berjalan lancar,” katanya.
Pewarta: Ali Nur IchsanEditor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026