Sorong (ANTARA) - Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Papua Barat Daya mengedukasi pelajar terkait bahaya rokok, alkohol, aborsi, dan HIV/AIDS dalam rangka Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 di SMP Negeri 8 Dum, Kota Sorong.
Ketua TP PKK Papua Barat Daya Ny. Orpa Susana Kambu di Sorong, Jumat, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pembinaan kesehatan mental dan fisik generasi muda.
Menurut dia, penyuluhan kesehatan penting guna memberikan pemahaman kepada para pelajar mengenai dampak buruk perilaku berisiko yang dapat mengancam masa depan.
“Penyuluhan ini dilakukan sebagai upaya pencegahan agar generasi muda penerus bangsa dapat tumbuh menjadi generasi yang sehat fisik dan mentalnya,” katanya.
Menurut Orpa, remaja saat ini harus dibekali pengetahuan yang benar agar mampu menjaga diri dari pengaruh negatif lingkungan dan menentukan masa depan yang lebih baik.
Ia menilai generasi muda memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah sehingga perlu dipersiapkan menjadi generasi yang sehat, berkarakter, dan berdaya saing.
Menurut dia, selain memberikan edukasi kesehatan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana membangun kesadaran pelajar tentang pentingnya pola hidup sehat serta menjaga kesehatan mental di lingkungan sekolah maupun keluarga.
Sementara itu, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Sorong mencatat adanya peningkatan signifikan kasus baru HIV di daerah tersebut sepanjang tahun 2025.
Sekretaris KPA Kota Sorong Jenny Isir mengatakan jumlah kasus baru HIV pada Januari hingga Desember 2025 mencapai 318 kasus atau meningkat 47,9 persen dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebanyak 215 kasus.
“Terjadi peningkatan yang cukup tajam yaitu hampir 48 persen atau 103 kasus dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Jenny Isir.
Ia menjelaskan secara kumulatif hingga Desember 2025 jumlah Orang Dengan HIV (ODHIV) di Kota Sorong mencapai 4.345 orang berdasarkan data pelayanan kesehatan, puskesmas, dan rumah sakit.
Menurut dia, kelompok usia 20–29 tahun menjadi kelompok paling terdampak, disusul usia 30–39 tahun dan 40–49 tahun yang seluruhnya berada pada kategori usia produktif.
Dia berharap penyuluhan kesehatan kepada pelajar bisa menjadi langkah preventif untuk meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap bahaya HIV/AIDS dan pentingnya menjaga perilaku hidup sehat.
“Kami berharap kegiatan ini membawa manfaat besar bagi perkembangan kesehatan mental dan fisik generasi muda di Papua Barat Daya,” harapnya.
Pewarta: Yuvensius Lasa BanafanuEditor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.